Sebarkan berita ini:
Hendrar Prihadi Walikota Semarang

SEMARANG[SemarangPedia] –   Pemkot Semarang akan merealisasikan pembangunan rumah sakit Tipe D di kawasan Mijen awal tahun depan, untuk meningkatkan pelayanan ke kesahatan bagi warga sekitar.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan Pemkot telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk membangun rumah sakit tipe D itu pada tahap awal, dengan areal lokasi pemugaran Puskesmas Mijen.

“Pembangunan rumah sakit itu segera dimulai awal tahun depan dengan tahap awal memugar Puskesmas Mijen yang akan dijadikan lokasi rumah sakit, sehingga warga di Kecamatan Mijen tidak usah jauh-jauh berobat ke tengah kota,” ujarnya, Jumat (5/10).

Rencana pembangunan rumah sakit itu, lanjutnya,  kini masih dalam tahap proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan perluasan lahan lokasi.

“Perencanaan pembangunan rumah sakit itu masih dalam tahap penyusunan DED dan diharapkan tahun depan sudah bisa direalisasikan pekerjaan fisik kontruksinya,” tutur Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu.

Pembangunan rumah sakit itu,dia menambahkan merupakan pengembangan Puskesmas Mijen dan ke depan diharapkan dapat melayani kesehatan kepada masyarakat, terutama warga yang berada di Semarang Barat dan Semarang Selatan, sehingga tidak hanya di layani Rumah Sakit Wongsonegoro yang berlokasi di tengah kota.

Hendi menuturkan bidang kesehatan menjadi salah satu prioritas progam Pemkot Semarang dalam memberikan pelayanan kepada warga.

“Kami upayakan agar pelayanan kesehatan di Kota Semarang berjalan dengan baik dan memadai,” tuturnya.

Unit pelayanan kesehahan di wilayahnya, tutur Hendi, harus selalu dikontrol agar pelayanannya semakin baik, termasuk antrean pasien juga baik dan tidak terjadi birokrasi yang rumit bagi pasien yang mendesak membutuhkan pelayanan kesehatan.

Selain itu, menurutnya, pembangunan rumah sakit tipe D juga untuk menampung pasien BPJS, karena sebagian besar masyarakat di Semarang sudah menggunakan BPJS sebagai layanan kesehatan, bahkan 37 Puskesmas di Kota Semarang akan lebih dioptimalkan untuk melayani masyarakat.

Sebelumnya, BPJS Kesehatan Cabang Semarang mengklaim telah membayar tagihan sejumlah rumah sakit. Total biaya yang dikucurkan untuk membayar klaim rumah sakit itu mencapai seniai Rp138,944 miliar.

“Terdapat  20 unit rumah sakit yang tagihannya sudah kami bayarkan. Total ada 25 rumah sakit yang berada di bawah penanganan kami. Namun baru 20 yang klaimnya sudah kami bayarkan. Kalau yang lima masih dalam antrean,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Bimantoro.

Bimantoro juga membantah jika selama ini pihak BPJS Kesehatan Cabang Sementara menunggak pembayaran klaim sejumlah rumah sakit. Bahkan tertundanya pembayaran itu, lebih disebabkan karena keterlambatan pihak rumah sakit dalam mengajukan klaim. (RS)

12
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>