Sebarkan berita ini:
Walikota Semarang Hendrar Prihadi

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemkot Semarang belum akan menerapkan kebijakan new normal, akibat penyebaran Covid-19 di Kota Semarang masih berlangsung. Bahkan terdapat sejumlah klaster baru Covid-19.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan untuk penerapan new normal di wilayahnya masih dipertimbangkan, mengingat penyebaran penularan Covid-19 masih terjadi, bahkan kluster baru juga ditemukan.

Menurutnya, pasca meningkatnya aktifitas masyarakat di luar rumah sejak menjelang Lebaran, klaster baru Covid-19 tidak berhenti hanya sampai di Pasar Rejomulyo lama atau Pasar Kobong saja, namun terus bertambah.

Rentetan klaster baru tersebut, lanjutnya, di antaranya ditemukan di sejumlah Pasar Rakyat, Rusunawa, dan perbankan. Bahkan terdapat tiga pejabat di lingkungan Pemkot Semarang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sejumlah penemuan tersebut praktis melambungkan jumlah angka penderita Covid-19 di Ibu Kota Jawa Tengah ini, hingga mencapai 127 orang pada Selasa (2/6),” ujar Hendi panggilan akrab Hendrara Prihadi itu.

Hendi menuturkan dua hari terakhir Pemkot Semarang berupaya untuk melakukan tracking wilayah yang diduga mejadi tempat kontak erat penderita Covid-19 terkonfirmasi dengan masyarakat lainnya.

“Tidak hanya di Pasar Kobong, klaster baru juga terjdi di Pasar Prembaen, Pasar Jati Banyumanik, Pasar Rasamala, Pasar Burung Karimata, dan juga menemukan di Rusunawa Kaligawe, serta salah satu perbankan,” tuturnya.

Selain itu, tutur Hendi, juga terdapat 3 pejabat di lingkungan Pemkot Semarang yang positif Covid-19 terdiri satu kepala dinas, satu camat, dan satu orang sekretaris camat.

Dengan demikian, lanjutnya, sudah dua hari ini dilakukan tracking, termasuk ke keluarganya, untuk mencari tahu apakah berhenti di titik ini, atau mata rantainya masih sangat panjang,” tegasnya.

Menurutnya, tiga pejabat Pemkota Semarang yang terkonfirmasi positif itu, terus memotivasi ketiganya agar bisa sembuh, apalagi diduga ketiganya tertular dari aktifitas penertiban yang dilaksanakannya.

“Ketiganya sampai saat ini kondisinya sehat, tapi mereka positif, dan di keluarganya juga ada yang terkena. Maka inilah yang dinamakan OTG, ekses dari kegiatan yang bersangkutan, mungkin tertular saat melakukan penindakan, tapi saya terus memotivasi,” ujarnya. (RS)

7
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>