Sebarkan berita ini:

17-hendy-digitalSEMARANG[SemarangPedia] – Pemkot Semarang semakin serius berambisi mewujudkan  smart city dan menjadi penggerak startup digital nasional, sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan publik di wilayahnya.

Wali Kota Hendrar Prihadi mengatakan progam smart city siap direalisasikan untuk mengantisipasi perkembangan teknologi yang begitu pesat hingga saat ini, sekaligus untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

Progam smart city di Kota Semarang sudah dimulai pada 2013. Namun, belum keseluruhannya wilayah Kota Semarang terpasang layanan itu. Bahkan konsep ini sekaligus untuk mewujudkan Kota Semarang ramah, transparan dan pelayanannya semakin cepat.

“Kota Semarang memilih konsep digitalisasi, agar dapat dikomunikasikan dan telah melakukan kerja sama dengan pihak Telkomsel yang telah menyiapkan menyediakan wi-fi pada 2.300 titik di Kota Semarang dan 28 titik di faslilitas pertamanan,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi.

Menurutnya, Pemkot menggunakan beberapa aplikasi untuk kegiatan di antaranya aplikasi penghemat lampu penerangan jalan umum yang dapat dikendalikan dan kekuatan pijar lampu mulai dari intensitas penerangan hingga jumah watt.

Selain itu,  juga Sistem Kendali Lalu lintas Kendaraan atau Area Traffic Control System (ATCS) di Google Play Store. Masyarakat bisa menemukan 28 persimpangan jalan di Kota Semarang.

Warga bisa memantau lalu lintas melalui aplikasi itu. Saat ini terdapat 149 aplikasi di pemkot dan akan terus berkembang.

Bahkan, dia menambahkan kini pemkot tengah memfokuskan perizinan menggunakan digitalisasi dengan aplikasi Keterangan Rencana Kota (KRK) online dan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) online.

“Dengan perizinan sistem itu masyarakat bisa memantau jalannya perizinan dan bisa dilihat secara transparan. Sarana-sarana itu hanya salah satu indikator smart city adalah konsep pelayanan yang cepat,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, paling terbaru smart system yang terintegrasi dengan lingkungan. Bahkan pemkot berkomunikasi dengan pemerintah Denmark untuk mengolah sampah di TPA Jatibarang menjadi pembangkit listrik tenaga sampah.

Menurutnya, semakin banyak kota yang menerapkan smart city kian banyak anak muda penggemar internet yang bisa berekspresi, sehingga kreatif mereka yang aktif di medsos atau dunia maya menjadi peluang usaha.

Hendi menuturkan  pemkot akan menggendeng Telkom dan BRI untuk mengembangkan dua ruang informasi publik di kawasan wisata Kota Lama Semarang. Selain bakal dipasang jaringan internet, hardware hingga software yang diharapkan lokasi itu bisa jadi wadah untuk anak muda mengembangkan kreatifitasnya, khususnya untuk komunitas, sehingga muncul start up baru di Kota Semarang.

Sebelumnya Pemkot Semarang telah meluncurkan progam terbarunya untuk melayani publik berupa monitoring room yang berlokasi di lantai dua gedung Pusat Informasi Publik (PIP) di komplek Balai Kota Semarang.

Progam baru yang diluncurkan dengan menggandeng  Kantor Staf Presiden RI, Institut Teknologi Bandung (ITB)  dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (ITI) tentang pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam mewujudkan Smart City di Kota Semarang.

Hendi menuturkan melalui ruangan ini seluruh aktivitas di beberapa sudut kota dapat dipantau dengan jelas, sesuai komitmen pemkot bakal menambah CCTV di sejumlah titik di persimpangan jalan yang padat arus lalu-lintas kendaraan.

Semarang, dia menambahkan berpotensi menjadi percontohan bagi gerakan startup digigal nasional dan diharapkan dapat mendorongan bagi bertumbuhnya startup- startup baru di wilayah Kota Semarang. (RS)

136
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>