Sebarkan berita ini:

7-pasar-ikan-semarangSEMARANG[SemarangPedia] – Pemkot Semarang diminta melibatkan sejumlah perwakilan para pedagang untuk perencanaan pembangunan atau merenovasi pasar tradisional di wilayahnya, sebagai upaya untuk mewujudkan kenyamanan dan keamanan.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang Soewanto mengatakan Pemkot Semarang sebaiknya melibatkan perwakilan sejumlah paguyuban pedagang pasar untuk perencanaan pembangunan maupun renovasi pasar tradisional di wilayahnya.

Langkah itu, lanjutnya, dilakukan untuk memperoleh berbagai masukan, sehingga pasar yang selesai dibangun bisa menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi para pegadang maupun konsumen.

Menurutnya, setiap pasar memiliki fungsi yang berbeda seperti pasar tradisional, pasar khusus ikan dan lainnya harus berbeda model, desain dan bangunannya.

“Kasus pembangunan Pasar Rejomulyo Semarang misalmya, pasar itu merupakan grosir khusus ikan, sehingga harus dibangun dengan lantai yang tidak licin, namun kenyataan desain menggunakan lantai licin hingga kini membuat pedagang dan penjual ikan kerap terpeleset,” ujarnya dalam Diskusi Prime Topic dengan tema Memakmurkan Pasar, di Pasar Bulu Semarang, Rabu. (7/12)

Dengan melibatkan paguyuban pedagang pasar, lanjutnya, material bangunan bisa memperoleh masukan dengan menggunakan bahan material yang tepat, sehingga pedagang dan pembeli bisa merasa nyaman.

“Selama ini kami tidak banyak dilibatkan dalam rencana pembangunan pasar, bahkan hanya menerima keluhan para pedagang anggota paguyuban setelah selesai dibangun mereka  kurang nyaman menempatinya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Mualim menuturkan setiap dalam rencana pembangunan pasar, pada umumnya digelar Forum Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh kalangan, seperti perwakilan pedagang.

Melalui FGD ini, dia menambahkan akan dibuat Detail Enginering Design (DED), termasuk menampung keluhan dari sejumlah pedagang, sehingga pasar yang akan dibangun bisa sesuai yang diharapkan, bahkan tidak terbekelai tidak dimanfaatkan. (HN/RS)

189
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>