Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggelarApel Gabungan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sebagai upaya untuk terus menekan penyebaran virus Covid-19, Senin (11/1).

Apel yang gelar dipimpin oleh Komandan Kodim 0733 BS/Semarang, Kolonel (Inf) TNI Yudhi Diliyanto diikuti personil gabungan dari Pemkot Semarang, TNI, dan Polri adalah dalam rangka persiapan PPKM yang dimulai 11 hingga 25 Januari 2021.

Dalam amanahnya, Kolonel Yudhi menuturkan ketika daerah lain menetapkan PSBB, Kota Semarang membuat terobosan sebagai pionir adanya Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang merupakan jalan tengah penanganan Covid-19 antara kepentingan medis dan ekonomi.

“Alhamdulillah, langkah Pemerintah kota Semarang saat ini diadopsi di Jawa dan Bali,” ujar Yudhi.

Senada Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan aturan mengenai pembatasan kegiatan selama PPKM sudah dituangkan dalam Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 1 tahun 2021.

Pihaknya telah mensosialisasikan Perwal tersebut baik melalui Camat dan lurah serta melalui media sosial yang dikelola Pemerintah Kota Semarang.

Menurutnya, beberapa hal yang perlu diperhatikan saat PPKM di antaranyaoperasional mall atau pusat perbelanjaan maksimal sampai dengan pukul 19.00 WIB. Sementara kegiatan pertokoan, restoran, dan pedagang kaki lima (PKL) maksimal pukul 21.00 WIB.

“Kami sudah memberi kelonggaran bagi pelaku usaha yang semestinya kapasitas 25 persen, masih ditoleransi 50%,” tutur Ita panggilan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu itu.

Dua menambahkan akan ada penutupan beberapa ruas jalan di Kota Semarang. Tempat ibadah, dibatasi maksimal 50% dari kapasitas ruangan. Sedangkan, kegiatan sosial budaya sementara waktu ditiadakan.

Pihaknya juga tidak mengizinkan resepsi pernikahan. Kegiatan pernikahan hanya diperbolehkan prosesi akad nikah saja.

“Itu pun kami batasi sebanyak-banyaknya 100 orang, jadi dalam dua minggu ini tidak ada resepsi pernikahan,” ujarnya.

Ita juga menuturkan aturan di dalam transportasi umum masih tetap sama yakni maksimal 50% dari kapasitas.

Selama masa PPKM, lanjutnya, operasi penegakan protokol kesehatan akan dilakukan oleh petugas gabungan yang dijalankan guna mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Petugas akan menyasar sejumlah tempat terutama yang kerap terjadi kerumunan, termasuk mal dan pasar tradisional. “Kami harap selama dua minggu ini masyarakat semakin disiplin social distancing, pakai masker, dan cuci tangan, sehingga angka Covid-19 dapat turun secara drastis di Kota Semarang,” tutur Ita. (RS)

 

13
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>