Sebarkan berita ini:

30-wayang-kulitSEMARANG[SemarangPedisa] –  Pemkot Semarang siap menggelar acara Semarang Semarak Semanak di Lapangan Pancasila Simpanglima, Semarang, Sabtu malam (1/10) dengan menghadirkan pagelaran wayang kulit semalam dengan lakon Bima Suci.

Kegiatan untuk menyambut 1 Muharram 1438 H itu, dikemas dengan tema “Guyub Rukun Sak Lawase

Kabag Humas Pemkot Semarang Achyani mengatakan selama kegiatan itu juga disediakan sebanyak 280 tumpeng, yang bisa dinikmati gratis para pengunjung yang hadir.

“Acara akan dimulai sekitar pukul 18.30 WIB. Kami tunggu kehadiran warga untuk bisa hadir dan menikmati acara tersebut,” ujarnya, Jumat (30/9).

Selain dahar kembul 280 tumpeng, dia menambahkan, acara akan diisi doa bersama yang dipimpin oleh KH Anasom dan tauziah dari KH Fahrurrozi.

“Setelah doa bersama dan tauziah dilanjutkan dengan dahar kembul tumpeng dan dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Bima Suci dalang Ki Purbo Asmoro. Pelawak Yati Pesek juga hadir menghibur masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, setelah makan tumpeng bersama akan dilakukan penyerahan tokoh wayang dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi kepada dalang Ki Purbo Asmoro.

“Sebagai upaya untuk memperlancar acar itu, disediakan kantong parkir di depan Super Ekonomi sampai denga air mancur Jln Pahlawan, di SMK 7, serta di Masjid Baiturahman,” ujarnya.

30-tumpengAchyani menghimbau masyarakat supaya tidak melintas di kawasan Simpanglima, karena ada penutupan jalan dari bundaran air mancur Jalan Pahlawan.

“Untuk donatur, tumpeng dikirim paling lambat 1 Oktober 2016 pukul 17.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB langsung diserahkan panitia di lokasi Simpanglima,”  tuturnya.

Pagelaran wayang kulit akan menceritakan Bima Suci ketekunan Bima untuk memenuhi perintah gurunya (Durna) dalam mencari Banyu Perwita Sari.

Di dalam pencariannya ini Bima dihadang oleh dua raksasa yaitu Rukmaka (kamukten) dan Rukmakala (kamulyan) dan dua raksassa itu terkalahkan, hingga Bima sudah bisa mengalahkan nafsu duniawinya.

Dalam lakon tersebut juga diceritakan bagaimana ilmu yang bermanfaat, amal soleh adalah bekal untuk kehidupan nanti dalam bermasyarakat.

217
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>