Sebarkan berita ini:

15-SIM1UNGARAN[SemarangPedia] – Pelayanan publik di wilayah Kabupaten Semarang kembali terkendala, setelah blako e-KTP habis kini menyusul Satuan Pelayanan Administrasi SIM (Satpas) Polres Semarang kehabisan material SIM.

Kondisi itu, mengakibatkan masyarakat pemohon SIM yang bekerja di luar Kabupaten Semarang mengeluhkan.

“Belum ada kiriman lagi dari Mabes Polri sejak sebelum Lebaran, sekitar dua minggu lalu,” tutur petugas Satpas Polres Semarang Bripka Budi S, Jumat. (15/7)

Habisnya material SIM ini, lanjutnya, sudah bisa dilihat dari pengumuman yang dipasang di sejumlah titik di kantor Satpas di Mapolres Semarang. Dalam pengumuman yang dicetak di lembaran kertas tersebut menginformasikan ‘material SIM habis, untuk SIM sementara pakai bukti pembayaran BRI dan print out permohonan SIM.

“Material SIM habis, kepada pemohon SIM kami bekali dengan bukti pembayaran dan surat keterangan. Surat keterangan ini sifatnya sementara sambil menunggu kiriman material dari mabes melalui Polda Jateng,” ujarnya.

Meski dibekali surat pengganti dan sifatnya sementara, namun surat keterangan pengganti SIM ini memiliki kekuatan hukum yang sama dengan SIM asli. “Misalnya ada razia, tinggal ditunjukkan surat keterangan tersebut,” tuturnya.

Dia mengatakan belum bisa memastikan kapan material SIM akan dikirim. Hanya sebagai bentuk pelayanan publik, pihaknya akan menghubungi pemohon jika material SIM sudah siap.

Dari hasil pantauan di lapangan, habisnya material SIM ini tidak menyurutkan tingkat permohonan SIM masyarakat. Bahkan pada masa paskalibur Lebaran permintaan pembuatan SIM cenderung mengalami peningkatan.

“Sejak Senin (11/7) dan Selasa  (12/7)  permohonan SIM semakin meningkat. Namun, belum diketahui persentasi peningkatan itu,” ujarnya.

Peningkatan tersebut diperkirakan dipengaruhi libur Lebaran dan pemohon asal Kabupaten Semarang yang selama ini bekerja di luar daerah.

Yudi, 56, warga Ungaran Timur meminta persoalan habisnya material SIM bisa segera teratasi dan jangan terulang, mengingat masalah tersebut diakui membuat ribet pemohon yang selama ini beraktifitas di luar Kabupaten Semarang.

“Saya mengantar anak buat SIM C dan A. Kebetulan anak lagi libur Lebaran, sedangkan tempat kerja saya di luar kota, yakni Purwokerto,” tuturnya.

Kasat Lantas Polres Semarang AKP Dwi Nugroho mengharapkan masyarakat agar bisa memahami masalah habisnya material SIM ini. Sebab pengadaannya menjadi wewenang Mabes Polri.

“Kondisi itu, bukan keinginan kami atau kesengajaan kepolisian. Karena memang proses pengadaannya cukup panjang, menggandeng pihak ketiga melalui lelang. Tidak hanya di Kabupaten Semarang, namun di seluruh Indonesia. Ini karena stok cukup terbatas. Kami sekarang sedang menunggu (hasil) tender turun,” ujarnya.

 

207
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>