Sebarkan berita ini:

jatengparkSEMARANG [SemarangPedia] – Pemprov Jateng akhirnya menggandeng Perum Perhutani untuk membentuk perusahaan yang akan mengelola kawasan wisata Jateng Park di Wana Wisata Penggaron, Kabupaten Semarang, setelah sebelumnya sejumlah investor yang berminat gagal merealisasikan,

Sebelumnya sejumlah investor berminat mendirikan Jateng Park di kawasan tersebut, namun mereka terbentur dengan perizinan dari Kementenrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), karena lahan di kawasan itu sebagian besar miliknya Perum Perhutani.

Kondisi itu, mengakibatkan rencana Pemprov Jateng mewujudkan kawasan wisata tersebut tertunda hingga beberapa tahun terakhir, meski proyek wisata sudah ditawarkan kepada investor sejak 2010.

Namun, kini obyek wisatan itu bakal terwujud dibangun setelah ada kesepakatan kerja sama Pemprov dengan Pertum Perhutani.Perusahaan untuk membentuk perusahaan baru. Nama dan kewenangan perusahaan akan dibahas di kantor pusat Perhutani, Jakarta, pada 7 April 2016, meski status perusahaan belum diketahui PT (perseroan terbatas) atau lainnya.

Kesepakatan yang dihasilkan pada pertemuan 30 Maret 2016 menindaklanjuti Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P31/Men-LHK-2/2016 tanggal 2 Maret 2016 tentang Izin Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Produksi.

Peraturan yang melengkapi izin prinsip Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembangunan simpang susun (interchange) jalan tol Semarang- Solo Km 19,9 yang akan dijadikan pintu masuk Jateng Park.

Pemprov sudah menunjuk SPJT (PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah) sebagai BUMD untuk membahas dengan mitra Perhutani.

Kepala Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jateng Peni Rahayu menbgatakan dalam pertemuan lalu itu, Perhutani menyatakan siap menanamkan modal sebanyak 51% sebagaia kepemilikan saham dalam perusahaan.

Saham itu, lanjutnya,  termasuk biaya penyusunan rencana induk (masterplan). Namun, area hutan yang ditempati tidak termasuk investasi karena statusnya tetap sama sebagai hutan produksi dan lahan milik pemerintah.

Pemprov Jateng belum memutuskan, akan mengambil sisa saham 49% atau berbagi dengan Pemkab Semarang, selain pihak ketiga yang berminat berinvestasi bisa mengadakan pembahasan dengan manajemen perusahaan baru yang terbentuk.

Menurutnya, investasi pembangunan, berubah dari semula direncanakan sebesar Rp2 triliun akan membengkak menjadi Rp3 triliun, karena terjadi ada pembangunan jalan simpang susun dan jalan masuk berikut lampu penerangan.

Sedangkan Perum Perhutani Divre Jateng telah menunjuk Universitas Diponegoro (Undip) untuk membuat rencana bisnis yang lebih detail dari rencana induk., sementara Bina Marga Jateng akan mengkaji jalan kolektor di interchange.

Pembangunan simpang susun dijadwalkan mulai awal 2017 dan pembangunan fisik Jateng Park direalisaikan Juli-Desember 2016, saat ini tengah disusun analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), DED, serta analisis dampak lalu lintas (andal lalin).

155
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>