Sebarkan berita ini:

30-gubernur-ganjarBOYOLALI[SemarangPedia] – Pemprov Jateng akan berupaya membenahi pendidtribusian puuk kepada petani, guna memotong rantai panjang yang selama ini terjadi pada perdagangan pupuk.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pendistribusian pupuk petani di wilayahnya akan dibenahi dengan sistem tertutup.

Langkah itu, lanjutnya, untuk dapat mengeliminasi penyimpangan dan pengoplosan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab yang menjadi persoalan bagi para petani di berbagai sentra produksi saat ini.

“Kita mau memberikan contoh dari Jawa Tengah ke depan pupuk yang bersubsidi distribusinya saya pastikan tertutup rapat,” ujarnya saat menghadiri Pembukaan Pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Nasional ke-36 di Balai Pengembangan dan Pangan Desa Kemiri Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali, Jumat. (28/10)

Menurutnya, distribusi pupuk bersubsidi di wiayah Jawa Tengah seluruhnya segera diatur melalui kartu tani yang akan disebarkan pada 22 kabupaten/ kota.

Dia menambahkan total petani di 22 kabupaten/ kota tersebut kini mencapai 1,462 juta jiwa dengan luas lahan tanam sekitar 821,43.000 hektare.

“Dari jumlah petani tersebut sebagian besar lahan yang dimiliki petani per orangnya hanya kurang dari satu hectare, sehingga mereka akan dijadikan prioritas utama di dalam penerimaan bantuan pertanian dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi,” tuturnya.

Dia mengharapkan dengan adanya kartu tani, bantuan pertanian oleh pemerintah tidak salah sasaran, namun bisa diterima petani yang sangat menbutuhkan bantuan tersebut, mengingat di dalamnya terdapat profil petani mulai dari luas lahan, jenis pertanian hingga kuota pupuk yang diterima.

Ke depan kartu tani ini, dia menambahkan juga akan disinergikan dengan aplikasi lain yang dapat mengendalikan perdagangan dan inflasi. Dengan demikian,  pertumbuhan ekonomi akan mudah didorong.

“Data ini kita harapkan akan menjadi ukuran acuan semuanya dan bagaimana mengendalikan pangan nasional. Kalau ini bisa dilakukan ke depan perdagangannya dapat terkontrol. Bahkan laju inflasipun bisa terkendali,” ujarnya. (RS)

55
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>