Sebarkan berita ini:

11-Kemacaten Tol Brebes1SEMARANG[SemarangPedia] – Pemerintah Propinsi Jawa Tengah akan melakukan sosialisasi jalur-jalur alternatif, jalan tembus dan lainnya di berbagai daerah di Jateng kepada pemudik untuk Lebaran mendatang, sebagai upaya mengurai kemacetan kendaraan di pantura.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengatakan sosialisasi jalur-jalur mudik akan di fokuskan di Jakarta, mengingat sebagian besar pemudik yang masuk wilayah Jateng berasal dari Jakarta dan sekitarnya.

Menurutnya, sosialisasi itu sangat penting agar pemudik dapat memanfaatkan jalur-jalur alternative, baik jalan propinsi maupun kabupaten/kota, sehingga kepadatan di jalur pantura dan tol dapat dihindari.

“Memang ada kesalahan teknis termasuk sosialisasi pada Lebaran tahun ini yang menyebabkan terjadi kemacetan dan terparah di Tol Brebes, sehingga berlandaskan dasar itu kami mencoba untuk pembenahan, perbaikan dan lainnya untuk Lebaran tahun depan,” ujarnya di Semarang, Kamis (14/7).

Dia mengatakan, tahap awal sosialisasi jalur mudik Lebaran 2017 akan gencar di lakukan di Jakarta, agar pemudik memperoleh informasi yang jelas terkait jalur-jalur alternatif menjelang Lebaran 2017.

“Pada Lebaran 2016 ini, banyak jalan provinsi yang belum dimanfaatkan para pemudik, khususnya di wilayah Jateng selatan, karena pemudik selain belum memperoleh informasi jelas juga mereka masih meragukan dan jia memanfaatkan jalur alternatif dinilai justru akan semakin jauh,” tuturnya.

Menurutnya, meski telah banyak disediakan jalur-jalur alternatif dan jalan sekunder jauh hari sebelum arus mudik dan balik dimulai, ternyata pemudik relatif masih sedikit yang menggunakan jalur tersebut menjelang Lebaran lalu.

Seperti diketahui, pada arus mudik lebaran tahun ini, terjadi kemacetan kendaraan semakin parah terjadi di Tol Brebes Exit (Brexit), bahkan warga Jabodetabek yang mudik melalui Jawa Tengah hampir sebagian besar menggunakan jalur tol tersebut.

Permasalahan terbesar kemacetan yaitu meningkatnya jumlah kendaraan mudik yang masuk melalui jalur Pantura hingga meningkat 300 % pada H-3 sebelum Lebaran. Kemacetan juga mengakibatkan sejumlah SPBU kehabisan persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) karena tersendatnya pendistribusian BBM dari Depo Pertamina.

Total jumlah kendaraan mudik yang masuk di wilayah Jateng mencapai 63.000 kendaraan per hari dari rata-rata 10.000- 12.000 kendaraan per hari. Dari jumlah sebanyak kendaraan itu, tercatat 53% kendaraan menuju pintu keluar Tol Brebes Timur, sisanya 32% menuju Pejagan dan 15%melewati Brebes Barat.

Selaian itu, kemacaten terjadi juga akibat  volume kendaraan yang masuk dari 23 gardu gerbang tol Palimanan tidak seimbang dengan delapan gardu di Tol Brebes Timur dan lima gardu di Pejagan.

Akses keluar tol (Brebes Timur) menjadi kelemahannya, karena kendaraan dari Palimanan seperti membanjir masuk ke Brebes Timur semua.

Persoalan lain, kendaraan kehabisan bahan bakar lantaran di Palimanan-Brebes Timur tidak ada SPBU, sehingga semakin menambah panjang kemacetan. Bahkan keterbatasan tempat istirahat (rest area), hanya ada satu rest area di Pejagan-Brebes dan dua lainnya di Kanci. (RS)

131
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>