Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pemprov Jateng Jateng bakal terus membangun embung di berbagai daerah hingga ditargetkan 1.000 embung dapat terealisasi, sebagai upaya untuk mempercepat penanganan kekeringan memasuki musim kemarain panjang tahun ini.

Kepala Bidang Irigasi Air Baku Dinas PUSDATaRu Jateng Ir Ketut Arsa Indra Watara mengatakan pembangnan embung akan dilakukan di lahan yang telah ditukarguling, mengingat sulitnya untuk memperoleh lahan di berbagai daerah.

Menurutnya, jika lahan tersebut bukan milik pemerintah harus melalui beberapa proses, meskipun cukup memakan waktu, namun dengan tukar guling lahan lain milik pemerintah, aset daerah yang digunakan untuk lokasi embung tidak akan hilang.

“Prosesnya agak panjang, sehingga kita berupaya agar pembangunan tetap berjalan sesuai yangtdiharapkan ,” ujarnya saat Diskusi Prime Topic Goes to Campus yang digelar MNC Trijaya FM Semarang dengan tema ‘Mengakhiri Kekeringan’, di Gedung Kerja Sama, Polines Semarang, Senin (27/8).

Selain Ketut Arsa Indra Watara, narasumber yang lain adalah Moch Ichwan Anggota Komisi D DPRD Jateng, Dr Ir Tedjo Mulyono MT Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Polines Semarang.

Jika tanah, lanjutnya, yang akan dibangun embung tersebut adalah milik Kabupaten ataupun Kota, Pemprov akan memberikan desain untuk mempercepat pembangunan.

Bahkan jia daerah tersebut memiliki dana, dia menambahkan dapat dilakukan peminjaman anggaran melalu APBD Kabupaten. Namun,  jika anggaran belum mencukupi akan ada bantuan dana dari Pemprov untuk Kabupaten.

“Kalau itu kewenangan tanah milik Provinsi, tidak menjadi persoalan. Itu yang sudah kita bangun selama ini di beragai daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Moch Ichwan Anggota Komisi D DPRD Jateng mengatakan selama musim kemarau, fungsi dan keberadaan embung sebagai tempat penyimpanan air sangat vital dan dibutuhkan masyarakat.

DPRD Jateng, lanjutnya, sangat mengapresiasi adanya pembangunan program 1.000 embung yang pernah dicanangkan Pemprov Jateng.

Program 1.000 embung, dia menambahkan untuk Jawa Tengah adalah solusi yang baik untuk mengatasi kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah, meski realisasinya belum maksimal.

“Sudah dilaksanakan program 1.000 embung, namun masih 75 yang terealisasi dan sudah dibangun, akibat terkendala perizinan tanah dean lainnya,” ujarnya. (RS)

30
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>