Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menilai Pemprov Jawa Tengah berhasil mengangkat kesetaraan gender dan perlindungan anak.

Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wahyu Hartono mengatakan Pemprov Jateng banyak melakukan terobosan dan program inovatif.

Menurutnya, program inovatif yang dilakukan Pemprov Jateng di antaranya program “Nginceng Wong Meteng” dan “SMS Bunda” .

“Program itu sebagai upaya memberikan perhatian serius terhadap para ibu hamil untuk mencegah sekaligus mengurangi kematian bayi dan ibu,” ujarnya seusai audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Ruang Kerja Gubernur, Jln Pahlawan Semarang, Rabu. (26/10)

Dia menuturkan program lain yang berpihak kepada perempuan adalah pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat atau IVA tes untuk mendeteksi kanker serviks (leher rahim),  serta sistem data kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis teknologi informatika.

“Banyak program nyata yang dilakukan pemprov terkait kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, banyak daerah lain yang studi banding ke Jateng. Ini merupakan nilai tambah dan berdampak pada sektor lainnya, termasuk meningkatkan pariwisata,” tuturnya.

Dari 35 kabupaten/kota di Jateng, lanjut Wahyu, terdapat 11 daerah yang mendapat angka Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) di atas 800, sebagai salah satu indikator daerah layak masuk pembinaan.

“Ke-11 daerah itu meliputi Kabupaten Brebes, Grobogan, Pemalang, Pekalongan , Temanggung, Rembang, Jepara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, dan Kota Magelang,” ujarnya. (RS)

90
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>