Sebarkan berita ini:

24-Jalur AlternatifSEMARANG[SemarangPedia]- Pemprov Jateng meminta semua kabupaten/kota di wilayahnya menyediakan jalur alternatif, sebagai upaya menghadapi terjadinya peningkatan arus kendaraan mudik Lebaran mendatang.

Pemprov melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) mengharapkan seluruh kabupaten/kota di provinsi ini menyediakan jalur alternatif untuk menampung arus kendaraan mudik Lebaran 2016.

Prasetyo Kencana, Kabid Jalan Raya dan Kelaikan Kendaraan Dinhubkominfo Jateng mengatakan penyediaan jalur sekunder ini dimulai dari gerbang Jateng dari arah barat di wilayah Brebes, karena kemacetan bersumber di beberapa pasar tumpah di daerah itu seperti di Pasar Losari, Bulakamba dan gerbang tol Brebes Timur.

“Jalur alternatif harus ada untuk menghindari kemaceten di Brebes Kota yang diharapkan pemudik bisa menfaatkan jalur sekunder Brebes – Jatibarang,” ujarnya, Jumat (24/6).

Menurutnya, jalur selatan sebagai alternatif, pengendara diharapkan mewaspadai jalur antar Brebes – Purwokerto, karena  kondisi jalannya bergelombang tidak semulus di pantura. Di wilayah ini ada titik kemacetan di Dermoleng, Ciregol dan Bumiayu.

Kalau pemudik, lanjutnya, mengalami macet di Kota Tegal, mereka bisa dipilih jalur lain di antaranya dari Terminal Tegal – Jalur Lingkar Utara – Muarareja sampai keluar di pantura Yos Sudarso. Tapi waspadai Jembatan Kali Pah yang masih dalam perbaikan.

Sedangkan Di Pemalang, dia menambahkan  terdapat tiga titik macet terdiri pertigaan Jatirejo, Pospol Gandulan dan Pospol Pagaran, karena terdapat penyempitan jalan.

Bagi pemudik yang akan melewati jalur alternatif di Jalan Ki Hajar Dewantoro, Kota Tegal  berhati-hati, mengingat jalur tersebut di bawah underpass yang terletak di perlintasan Kereta Api (KA) Kelurahan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana sering tergenang banjir. Bahkan, pada saat hujan lebat turun ketinggian air bisa mencapai sekitar 30-50 sentimeter.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Tegal Sutari, Pemkot Tegal harus mulai menyiapkan sejumlah ruas jalur alternatif yang aman, nyaman bagi pemudik dan masyarakat.

Langkah harus dilakukan, lanjutnya, untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalur pantura, pada arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Jalur alternatif diperlukan untuk mengalihkan kendaraan, apabila terjadi kepadatan di jalur pantura. Selain itu, untuk menghindari kemacetan di sekitar Terminal Kota Tegal,” tuturnya.

Sementara di jalur Jateng selatan proses perbaikan beton jalan sudah rampung dilaksanakan dan Jalan Lingkar Ajibarang sepanjang 1,7 kilometer dari pertigaan SPBU Ajibarang hingga Terminal Bus Ajibarang sudah mulai dibuka Rabu lalu.

Wakapolsek Ajibarang, Iptu Mujono mengatakan sejak dibuka semua kendaraan baik mobil pribadi, angkutan penumpang hingga kendaraan bermuatan berat telah melintas.

“Sebelumnya dibuka untuk umum, jalan tersebut masih diberi peringatan hingga barikade jalan. Namun saat ini sudah normal lagi seluruhnya. Jalan lingkar sudah dilintasi semua kendaraan, tanpa terkecuali kendaraan bermuatan berat,” tuturnya.

129
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>