Sebarkan berita ini:

3-Pemuda Anti RadikalismeSEMARANG[SemarangPedia] – Sejumlah organisasi yang bergabung dalam Pemuda Kota Semarang mendeklarasikan Anti Radikalisme di Gedung Juang 45  Semarang, Selasa (2/8).

Kegiatan yang diikuti oleh Organisasi Kepemudaan (OKP), perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Resimen Mahasiswa (Menwa) dan OSIS SMA se-Kota Semarang secara bersama mendeklerasikan Anti Radikalisme.

Menurut Khoirul Awaludin Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang, deklarasi anti radikalisme itu sebagai upaya untuk melawan dan menolak segala bentuk gerakan radikal dan terorisme yang dalam perekrutannya rata-rata mengincar kalangan kaum muda.

“Ini sebagai wujud komitmen kami sebagai generasi muda, mahasiswa, pelajar Kota Semarang untuk terus mengecam segala gerakan terorisme dan radikalisme,” ujarnya.

Dia menuturkan pemuda jangan sekali-kali terlibat tindak terorisme dan radikalisme. Pasalnya, aksi terorisme jelas bertentangan dengan Pancasila serta UU 1945, dan bisa merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

KNPI Kota Semarang, lanjutnya, sebagai wadah berhimpunnya organisasi kepemudaan yang ada di Kota Semarang memiliki tanggung jawab untuk terus menggelorakan gerakan anti radikal di Kota Semarang.

Dalam acara tersebut juga dilakukan dialog tentang pencegahan radikalisme dan terorisme yang mengundang mantan teroris, Mahmudi Haryono alias Yusuf Adi Rima.

3-Pemuda SemarangYusuf mengatakan bicara terorisme memasuki kalangan pelajar dan mahasiswa dikarenakan kaum muda dinilai memiliki emosional yang masih labil dan cenderung memiliki ketertarikan terhadap hal-hal yang baru.

Selain itu, dia menambahkan sekolah-sekolah berbasis teknologi dapat dengan mudah dimasuki pengaruh radikalisme, karena informasi tentang paham-paham itu secara gampang dijarkan melalui internet. Termasuk hal-hal yang berkedok tentang jihad yang salah dan didapatkan secara sering dalam keseharian.

Dia berpesan kepada kaum muda agar tidak mudah terhasut apalagi sampai melakukan rekrutmen berikutnya atau regenerasi.

Menurutnya, pengalamanya selama menjadi teroris pernah ikut berperang langsung dan pernah menyimpan bahan peledak 1 ton di Semarang Barat dan juga setiap bepergian kemanapun dia menggunakan nama dan alamat palsu.

“Saya dulu pernah masuk tahanan kemudian pada 2009 bebas. Sekarang saya sudah taubat dan menyesal, apa yang saya perbuat ternyata salah” tuturnya. (RS)

147
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>