Sebarkan berita ini:

IMG-20160608-WA007SEMARANG[SemarangPedia] – Pemutaran film dokumenter “Pulau Buru” di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang nyaris dibubarkan aparat Kepolisian melalui tangan pihak Civitas Akademika setempat, Rabu (8/6) petang.

Semula pemutaran film yang diselingi diskusi sejak pukul 20.00 WIB sempat berjalan lancar. Namun, terlihat beberapa kali petugas mondar-mandir di lokasi acara. Tiba-tiba Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Suparman mendatangi lokasi kejadian. Bahkan, sempat membuat mahasiswa yang menonton film itu jadi terkejut.

Pihak kampus berdalih film dipertontonkan oleh mahasiswa itu, dikhawatirkan meresahkan lingkungan kampus. “Kegiatan ini tidak ada izinnya ke pihak rektorat,” ujar Suparman.

Dia mengaku pembatalan acara tersebut diminta oleh petugas, sebab dinilai mengandung unsur gerakan yang tidak benar.

“Ini kan enggak bener. Lagi pula polisi dari Polda sempat bilang kepada saya kalau nanti ada pihak yang menganggap miring kampus UIN dengan adanya acara seperti ini,” tuturnya.

Pemutaran film yang disertai diskusi itu, didukung dan diinisiasif salah satu  dosen Tarbiyah Ubaidillah Ahmad.

Atas tudingan itu miring terhadap panitia, Ketua Aliansi Gerakan Pro Demokrasi Abdul Ghofar membatah acara tersebut mengandung unsur gerakan yang dilarang negara.

“Apa yang disampaikan oleh Wakil Rektor merupakan fitnah yang tidak berdasar. Karena kami menyelenggarakan acaranya sesuai UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang kebebasan akademisi,” tegasnya.

Menurutnya, film yang berisi gerakan komunis di kampus setempat dalam rangka pembahasan secara akademis.

Dalam diskusi itu panitia menghadirkan pakar sejarah Semarang, seorang eks Tapol Pulau Buru serta seorang dosen yang jadi penelaah diskusi.

“Diskusi kami juga sudah mengantongi izin dari Fakultas Tarbiyah yang ditandatangani oleh Kasubag Kemahasiswaan Ilmu Tarbiyah. Surat izinnya sudah saya serahkan ke satpam kampua dan ini bukan kegiatan mahasiswa di tingkat universitas tapi hanya fakuktas saja,” tuturnya.(RS)

87
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>