Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Penampilan Band Disboy dengan personel penyandang disabilitas netra mampu memukau dan terharu ribuan penonton yang hadir dalam acara Apel Kebangsaan Kita Merah Putih yang digelar di lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, Minggu (17/3).

Para penonton terharu sekaligus kagum, mengingat seluruh personel band asal Temanggung itu merupakan penyandang disabilitas netra.

Disboy naik panggung sebagai pengisi ketiga Apel Kebangsaan Kita Merah Putih, setelah Letto dan Band Bank Jateng manggung lebih dulu. Mereka menyanyikan dua lagu, Slow dan Indonesia Pusaka. Turut mengiringi mereka adalah Romo Aloysius Budi Purnomo Pr, yang tampil dengan saksofon.

“Mereka tidak buta, mata memang tidak melihat tapi hatinya melihat seterang pandangan kita. Mereka mengajak semua yang ada di sini seluruh warga masyarakat Jawa Tengah berdoa untuk Indonesia, untukmu Indonesia. Ada persatuan, ada keadilan dalam keragaman,” ujar Romo Budi.

Disboy digawangi oleh enam personel, Wendi dan Irwan sebagai vokalis. Lagu pertama yang mereka bawakan adalah Slow, yang dipopulerkan Wahyu Ramdani. Suara yang mengalun merdu dari Wendi dan powernya membuat seluruh penonton turut histeris dan terharu.

Karena ku slow, sungguh slow, sangat slow, tetap slow, santai santai jodoh takkan kemana…”

Bahkan saat gaya kelincahan Wendi sangat memukau.

“Sudah aku dapatkan (Kudapatkan). Seseorang paling sempurna. Pasti akan s’lalu kujaga. Karena Tuhan telah menitipkan. Seseorang paling terbaik. Bersama-sama arungi.”

Gaya memukai juga terlihat pada Irwan yang mengalunkan lagu Indonesia pusaka diiringi dengan alunan romantik saksofon Romo Budi. Semua penonton dibikin terharu, terlebih dengan ungkapan Irwan yang mengatakan.

“Cintailah kami dan tuntunlah kami agar kami mandiri demi Indonesia. Jangan kasihi kami, berjalanlah bergandengan dengan kami.”

Salah satu penonton yang datang dari Magelang, Nur Rokhim tidak menyangka dengan kemampuan para punggawa Disboy. Dari vokalis, pemain keyboard, gitar dan bass.

“Suaranya bagus banget. Yang membuat saya trenyuh ternyata mereka buta,” tuturnya.

Senada Rokhim, Teguh Sutiyono warga Sukoharjo Rembang menuturkan sudah semestinya meremehkan kemampuan para disabilitas. Meski secara fisik ada kekurangan, bukan berarti untuk dilupakan, namun meeka mampu menjukkan kebolehannya.

“Mereka luar biasa. Terutama vokalisnya, Wendi yang nyanyi Slow tadi,” ujar Teguh yang mengaku sempat menitikkan air mata melihat penampilan Disboy. (NDI/RS)

57
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>