Sebarkan berita ini:

17-ganjarSEMARANG[SemarangPedia] – Penanganan bencana di wilayah Jateng memperoleh apresiasi dunia dengan penilaian terbaik dari Unesco, sehingga bisa menjadi rujukan untuk beberapa negara lain.

Keberhasilan Pemprov Jateng melakukan penanganan bencana itu, kini mendapat perhatian khusus dari dunia internasional

Menurut Aiko Akiyama dari tim Disability Inclusive Disaster Risk Reduction(DRR) Unesco, Jateng bisa menjadi rujukan penanganan bencana untuk negara-negara lain.

Dengan demikian, lanjutnya, dari segala aspek penanganan bencana, sudah memenuhi ke semua lapisan masyarakat termasuk kelompok rentan, seperti para penyandang disabilitas.

“Penagananan  bencana itu sudah memanfaatkan teknologi, seperti menggunakan twitter dan grup whatsapp. Hanya tinggal menerapkan untuk kalangan difabel,” ujarnya, saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, di Semarang.

Di Jepang, dia mencontohkan, peringatan bencana diakses pula melalui smartphone. Selain  membuat panic button melalui suara dan bendera peringatan/ morse.

“Jadi orang bisa cepat mengetahui jika terjadi bencana melalui aplikasi smartphone, suara (sirine), ataupun bendera, sehingga para difabel yang tidak bisa mendengar atau yang tidak bisa melihat bisa segera cepat merespon,” tuturnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyambut baik usulan itu. Bahkan pengurangan risiko bencana di Jawa Tengah digerakkan dengan memberdayakan seluruh komunitas lewat pengalaman dan memberikan penekanan pada ilmu “titen”.

“Faktanya Jateng memang supermarket bencana, semua ada di wilayah ini. Jadi kita sedapat mungkin harus bisa mengatasi dan mengurangi resiko bencana disetiap kejadian,” ujar Ganjar. (RS)

58
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>