Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –Penataan kawasan wisata Kota Lama Semarang yang kini dipercepat bakal didesain terintergrasi  di antaranya menjadi kawasan pejalan kaki dan bebas kendaraan bermotor.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengatakan penataan Kota Lama secara terintegrasi dan akan menjadikan kawasan pejalan kaki dan bebas kendaraan bermotor.

Penataan akan dilakukan, lanjutnya,  mulai Maret mendatang agar penyelesaian dapat dipercepat.

“Meski dengan keterbatasan bantuan dana dari provinsi, penataan secara terintegrasi itu juga akan memasukkan PKL klitikan atau barang seni dan antik ke dalam gedung bekas gudang milik Dinas Pendidikan Jateng, kemudian penutupan jalan di kawasan Kota Lama Semarang tetap dilaksanakan,” ujar Ita panggilan akrab Hevearita G Rahayu itu.

Ita yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang mengharapkan penataan itu tidak akan molor, terutama menjadikan kawasan Kota Lama terintergrasi.

Sementara renovasi Gedung Oudetrap di kawasan Kota Lama juga tetap dilaksanakan tahun ini. Pemkot Semarang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk memoles gedung dua lantai itu menjadi semakin cantik.

Renovasi Gedung Oudetrap, tidak masuk grand design penataan Kawasan Kota Lama. Bahkan Anggaran renovasi gedung itu disiapkan Pemkot Semarang, untuk anggaran grand desain, dialokasikan dari Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat sebesar Rp 66 miliar.

Kepala Dinas Pentaan Ruang, Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan renovasi gedung Oudetrap saat ini sedang proses pengajuan lelang dan ditargetkan renovasi selesai tahun ini. (HN/RS)

87
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>