Sebarkan berita ini:

2_Sarah P usai berkomunikasi dengan siswaSEMARANG [SemarangPedia] – Keberhasilan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kabupaten Banjarnegara untuk menggairahkan para guru dalam mengajar telah menarik seorang peneliti bernama Sarah Pouzevara dari Research Triangle Institute (RTI) International, North Carolina, Amerika Serikat, untuk mengunjungi Banjarnegara (25-26/7/2016).

Keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan dasar tersebut merupakan salah satu dampak kolaborasi program USAID PRIORITAS dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara, khususnya pada peningkatan kualitas pendidikan di jenjang pendidikan dasar sejak tahun 2012-2016.

Dengan melihat langsung dan berdiskusi ke sekolah mitra USAID PRIORITAS yang terlibat aktif dalam KKG dan MGMP, yaitu MI Al Fatah, SDN 3 Kutabanjarnegara, SMPN 2 Banjarnegara, MGMP bahasa Inggris, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara.

“Kami ingin meneliti bagaimana pelatihan yang diberikan oleh USAID PRIORITAS di Jawa Tengah disebarkan melalui KKG dan MGMP kepada guru-guru lain yang tidak ikut pelatihan dan ke sekolah-sekolah lain yang bukan mitra USAID PRIORITAS,” ungkap Sarah saat berkunjung ke MI Al Fatah.

Sarah menuturkan bahwa, penelitian yang dilakukannya juga ingin mengetahui bagaimana alokasi waktu pelatihan, dampak pelatihan yang telah diberikan, sumber untuk pengayaan materi pembelajaran, perbedaan pelatihan yang diberikan oleh USAID PRIORITAS dengan pelatihan sebelumnya.

“Hasil penelitian ini akan dijadikan praktik yang baik oleh sekolah lain atau negara yang lain untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ungkapnya.

Salah satu fasilitator Kabupaten Banjarnegara, Sugeng Priyanto, menambahkan, bahwa pelatihan yang diberikan oleh USAID PRIORITAS sangat berbeda dengan pelatihan lainnya.

“Awalnya para guru yang menerima pelatihan ini merasa apriori, tapi setelah mengikuti pelatihan satu hari dan seterusnya mereka merasa senang dan ketagihan. Bukan saja metodenya yang dibuat bisa mengaktifkan peserta, tapi materi yang diberikan adalah materi terkini dengan pendekatan yang tepat,” ungkap Sugeng.

Selain itu, Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Tengah, Dr Nurkolis, keberhasilan penyebarluasan pelatihan di Kabupaten Banjarnegara adalah atas peran aktifnya KKG dan MGMP.

“KKG dan MGMP di Banjarnegara sebagai pusat pembelajaran para guru telah berhasil menggairahkan para guru untuk mengembangkan profesionalismenya. Kami berharap setelah program USAID PRIORITAS selesai dapat dilanjutkan oleh Pemerintah Daerah, KKG-MGMP, dan sekolah-sekolah secara mandiri.” ungkapnya dalam press releasenya secara tertulis.

Dalam hal ini, Nurkolis menambahkan, Pemerintah setempat responsif untuk meningkatkan profesionalisme guru menggunakan modul-modul USAID dan membuat inovasi. Buktinya tahun ini telah dilakukan TOT (Training of Trainer) untuk fasilitator SD dan SMP yang akan menjadi fasilitator KKG-MGMP dengan anggaran dari APBD Kabupaten sebesar lebih dari Rp. 400 juta.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Banjarnegara untuk mengembangkan profesionalisme guru diharapkan terus berlanjut karena di kabupaten ini telah memiliki peraturan bupati tentang pengembangan keprofesian guru secara berkelanjutan,” tandasnya.

248
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>