Sebarkan berita ini:

pelajar-smaSEMARANG[SemarangPedia] – Wacana kebijakan di bidang pendidikan Full Day School (FDS) yang digulirkan Mendikbud dinilai legisltif tidak efektif, karena waktu bagi anak untuk mengikuti pendidikan mental di luar sekolah dan bersosialisasi dengan keluarga maupun lingkungannya berkurang, sehingga mempengaruhi perkembangan psikologi dan sosial.

Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Budi Setyabudi mengatakan penerapan Full day school yang diwacanakan Mendikbud Muhadjir Effendy tidak efektif untuk perkembangan psikologi dan sosial anak.

Selain itu, lanjutnya, jika FDS diterapkan hingga siswa sekolah pulang pada sore hari, bisa jadi satu hari penuh anak akan berada di lingkungan sekolah dan tidak ada waktu lagi untuk kegiatan di luar sekolah yang bersifat positif.

“Dari sisi psikologi dan sosial jelas akan berpengaruh bagi anak yang bersangkutan. Jika sekolah sehari penuh itu diterapkan maka anak tidak bisa bersoaialisasi dengan lingkungan rumah baik kepada keluarga maupun teman bermain,” ujarnya, di Semarang.

Menurutnya, FDS diterapkan, memungkinkan pendidikan mental di luar sekolah tidak akan bisa diikuti oleh anak. Padahal, saat ini, semangat revolusi mental baru sedang digalakkan oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“Saat ini sebagai anak di Jawa Tengah setelah pulang sekolah istrirahat sebentar terus dilanjutkan mengikuti kegiatan seperti di madrasah diniyah ataupun di taman pendidikan qur’an yang muaranya adalah untuk penanaman mental atau akhlak yang kuat. Tapi kalau sekolah pulangnya sore maka anak tidak ada waktu lagi untuk mengikuti pendidikan untuk penguatan akhlak,” tuturnya.

Idealnya, dia menambahkan ada keseimbangan antara pendidikan anak di sekolah terkait perkembangan otak dan pendidikan di luar sekolah terkait moral dan etika.

“Kalau di sekolah kan anak lebih banyak mendapatkan ilmu-ilmu yang terkait dengan pengembangan otak. Sedangkan di luar sekolah bisa melalui keluarga maupun pendidikan lainnya terkait pendidikan moral dan akhlak,” ujar politikus PDIP itu. (RS)

350
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>