Sebarkan berita ini:

28-sekdaSEMARANG[SemarangPedia] – Surat Keputusan (SK)  Gubernur Jateng  Nomor 550/54 Tahun 2015 yang menginstruksi penerapan Hari Bebas Kendaraan Bermotor Bagi Instansi Pemprov Jateng setiap hari Jumat segera dicabut, menyusul kajian menyebutkan banyak kenala yang akan dihadapi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengtakan SK Gubernur itu dalam waktu dekat segera dicabut, mengingat penerapan hari bebas kendaraan bermotor bagi instansi Pemprov Jateng setiap hari Jumat bakal mengalami kesulitan.

Menurutnya, pembatalan kebijakan tersebut dilakukan setelah melakukan evaluasi da kaijian, di antaranya dlakukan melalui kuesioner.

“Dari penjajakan melalui kuesioner itu, diketahui jika masih banyak aparatur sipil negara (ASN) di lingkup pemerintah provinsi Jateng yang merasa kesulitan, jika ke kantor tanpa berkendara sendiri. Terutama mereka yang sulit menjangkau angkutan umum dan bus kantor,” ujarnya pada Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88, di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat. (28/10).

Dia menuturkan, dari beberapa razia yang dilakukan di sekitar kantor pada setiap Jumat, diketahui masih banyak ASN yang membawa kendaraan. Namun, mereka memilih menitipkan kendaraan di luar kantor, kemudian berjalan kaki menuju kantor.

Kondisi itu, lanjutnya, tidak hanya merepotkan, tapi juga masih belum sesuai dengan tujuan pemberlakukan larangan penggunaan kendaraan. Meski demikian, jika fasilitas yang disediakan sudah menunjang, kemungkinan kebijakan itu akan kembali diberlakukan.

“Kita sudah mengevaluasi dan mengkaji. Gubernur memerintahkan untuk dievaluasi, bahkan dicabut saja, karena kita belum siap. Minggu depan kita siapkan pencabutannya. Dengan catatan, mobil kita harus bebas emisi,” tuturnya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jateng memberlakukan persyaratan penggunaan kendaraan bermotor yang bebas emisi dan untuk memastikan kendaraan bebas emisi, pihaknya melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) akan melakukan uji emisi pada kendaraan milik ASN.

“ Kendaraan yang diperbolehkan hanya mereka yang sudah dipastikan bebas emisi dari BLH,” tuturnya. (RS)

 

 

108
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>