Sebarkan berita ini:

8-Sabu1SEMARANG[SemarangPedia] – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang berhasil meringkus pelaku pengedar sabu yang berbekal senjata api rakitan. Tersangka diketahui bernama Susilo Nugroho (41) alias Gacuk warga Jalan Bukit Menur IV No.232 A RT 07 RW 20 Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang.

Susilo alias Gacuk ditangkap di sebuah kos di daerah Palebon, Pedurungan Semarang pada Selasa (7/6) lalu sekitar pukul 18.00 WIB. Bahan dalam upaya mengedarkan sabu berbekal senjata api rakitan jenis revolver. Tersangka pun terancam dijerat dengan UU Narkotika dan UU Darurat.

Petugas kini menyita barang bukti di antaranya empat paket sabu siap edar, bong atau alat hisap sabu, dua buah handpone, sebuah senjata api rakitan jenis revolver berikut 16 butir peluru serta sejumlah alat bukti lainnya.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengatakan tersangka dikendalikan oleh pria berinisial S, seorang narapidana di LP Kedungpane Semarang. Petugas hingga kini masih akan mengembangkan kasus tersebut.

“Tersangka ini pengedar juga pemakai. Setiap menjual lima gram sabu dapat keuntungan satu gram dan dijual lagi,” ujar Burhanudin di Mapolrestabes Semarang, Rabu (8/8).

Menurutnya, keuntungan yang besar menjadikan tersangka tertarik dalam mengedarkan narkoba. Sedangkan senjata api rakitan yang digunakan, menurut pengakuannya, diperoleh dari Jakarta.

“Saya cuma dapat tugas saja dari dia (S). Ambil di suatu alamat, saya bawa pulang, terus saya antar lagi. Baru jual lima bulan lalu, untuk jaga-jaga saya bawa senpi,” tutur pria yang keseharianya sebagai sopir rental itu.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, Kompol Sidik Hanafi mengatakan jaringan tersangka diakuinya masih terputus, mengingat  keterangan tersangka kerap berlainan dan berubah-ubah.

“Petugas  masih mengembangkan kasus ini. Pengauan tersangka masih berbelit. Jadi awalnya tersangka mengambil barang sama seseorang di Jakarta, kemudian dikenalkan dengan orang yang ada di Kedungpane, inisial S,” ujar Hanafi. (HN/RS)

 

148
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>