Sebarkan berita ini:

Processed with VSCO

SEMARANG[SemarangPedia] – Ada yang unik dalam pegelaran upacara pembukaan kirab Budaya Dugder 2016 Semarang akhir pekan lalu itu, karena penggunaan bahasa Jawa  mendominasi pada acara tradisi itu, termasuk pada pembuka Kirab Dugdernya.

Pranatacara atau sebutan pembawa acara dari kirab dugder itu memandu jalanya acara dari awal sampai akhir dengan menggunakan bahasa Jawa halus atau orang Semarang menyebutnya Krama Alus.

Penggunan bahasa Jawa sebagai pengantar bukan sebuah alasan. Ada nilai-nilai dan esensi tersendiri dibalik setiap kata yang terucap dalam bahasa Jawa halus. Di setiap pagelaran Kirab Budaya Dugder di Semarang memang selalu mengunakan bahasa Jawa sebagai pembukanya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya nguri uri atau melestarikan budaya dan tradisi Jawa.

Bagi orang Jawa, khususnya warga Semarang, sedikit tidaknya pasti memahami prosesi upacara yang mengunakan bahasa Jawa tersebut. Namun, ada juga segelintir orang yang kurang paham atau malah sama sekali tidak paham isi dari pembuka acara Kirab dugder 2016.

Wulan seorang mahasiswa Undip asal Tanggerang  ini agak sedikit kebingungan menterjemahakan ucapan pranatacarannya. “Saya agak kurang paham apa yang diucapkannya, apalagi dalam bahasa Jawa. Tetapi yaa... ada yang paham paham sedikit lah”, tuturnya sambil tersenyum

Antusias warga Semarang maupun pendatang untuk mengikuti jalannya acara meriah itu, bisa dibukitkan hampir di sekeliling kantor Balaikota Semarang, warga yang ingin menyaksikan kirab dugder memadati halaman Balikota tersebut.

Di sepanjang Jln Pemuda pun juga tidak kalah ramai, terdapat mobil hias dugder yang terpakir di pinggiran jalan sehingga membuat acara semakin meriah. (RS)

390
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>