Sebarkan berita ini:

1-kartu-taniSEMARANG[SemarangPedia] – Penerapan kartu tani di wilayah Jawa Tengah dinilai sangat efektif untuk pendistribusian pupuk bersubsidi serta mampu menekan praktek penyimpangan, seperti pengoplosan dan penimbunan pupuk yang kerap terjadi di sejumlah daerah.

“Kami bekerja sama dengan BRI untuk mendata petani lengkap dengan nomor induk kependudukan, sehingga sekarang petani mempunyai kuota pupuk masing- masing, setiap saat butuh pupuk selalu ada, karena jatahnya tidak diganggu orang lain ,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Ganjar Pranowo pada dialog interaktif “Mas Ganjar Menyapa” di rumah dinas Puri Gedeh, Semarang, Selasa. (1/11)

Selain itu, lanjutnya, dengan adanya kartu tani diharapkan bantuan dari pemerintah baik pupuk, benih, maupun alat pertanian tidak lagi salah sasaran.

Menurutnya, dengan Kartu Tani yang diluncurkan awal 2015 lalu, distribusi pupuk bersubsidi di Jateng diatur sesuai dengan profil yang terdata dalam sistem, sehingga bantuan pertanian dari pemerintah tidak salah sasaran, karena di data yang memuat nama petani, luas lahan yang dimiliki, jenis komoditas yang ditanam, serta kuota pupuk yang diterima.

Bagi petani, dia menambahkan yang telah menerima kartu tani dapat menebus atau membayar pupuk bersubsidi melalui mesinelectronic data capture (EDC) di pengecer resmi pupuk bersubsidi menggunakan kartu khusus petani tersebut.

“Kartu yang disebarkan di 22 kabupaten itu akan menjamin distribusi pupuk bersubsidi yang memenuhi asas enam tepat (6T), yakni tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat mutu, tepat tempat, dan tepat harga.,” tuturnya.

Seperti diketahui, distribusi pupuk bersubsidi di Jateng segera diatur melalui kartu tani yang akan disebarkan ke 22 kabupaten/kota, menyusul uji coba penggunaan kartu tani di Kabupaten Batang berjalan dengan baik.

Jumlah total petani di 22 kabupaten/kota mencapai 1,462 juta jiwa dengan luas lahan sekitar 821,43.000 hektare. Dari jumlah petani tersebut, sebagian besar lahan yang dimiliki petani per orangnya hanya kurang dari satu hektare, sehingga petani akan dijadikan prioritas utama di dalam penerimaan bantuan pertanian dari pemerintah pusat maupun provinsi. (RS)

445
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>