Sebarkan berita ini:

images-7SEMARANG [SemarangPedia] – Apakah kita selalu menganggap gangguan jiwa (GJ) hanya pada seseorang di jalanan yang tidak memakai pakaian sempurna, penampilan awut-awutan, berperilaku aneh dan selalu ngomong tidak jelas ? Kalau “iya” rasanya persepsi itu harus segera dikesampingkan dahulu.

Pasalnya, jika mengacu pada istilah Departemen Kesehatan RI , GJ dimaknai sebagai sebuah perubahan pada fungsi jiwa yang menimbulkan penderitaan individu dan atau hambatan ketika di masyarakat dalam melaksanakan peran sosial.

Demikian yang diungkapkan oleh Mohammad Suroto, AMK, mengatakan, GJ itu bisa dialami oleh siapa saja. “Bahkan kemungkinan bisa saja terjadi pada orang-orang terdekat kita” kata Suroto dalam keterangan tertulisnya kepada semarangpedia.com, Kamis (17/11).

Mengingat hal itu, Suroto menyarankan agar kita lebih mawas diri melihat sebuah indikasi dari GJ. “Contohnya ketika menemukan saudara yang sering murung, mudah sedih hilang minat dan ketertarikan terhadap aktivitas yang biasanya menyenangkan (depresi) perlu secepatnya menghubungi psikolog atau dokter,” jelas Suroto.

Dia berharap, dengan deteksi dini, kita bisa menghindarikan mereka dari bahaya yang lebih berbahaya seperti keinginan bunuh diri atau kondisi terjelek lainnya.

92
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>