Sebarkan berita ini:

17-Tolak Dana Aspirasi1SEMARANAG[SemarangPedia] – Penyaluran dana aspirasi DPRD Jateng yang diduga tidak sesuai peruntukannya berakibat tidak mampu membantu untuk menekan angka kemiskinan di berbagai daerah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan penyebaran kegiatan pembangunan melalui dana aspirasi tidak sesuai dengan peta kemiskinan, sehingga belum terlihat adanya upaya penurunan angka kemiskininan di berbagai daerah.

“Kegiatan pembangunan sebagian direalisasikan di daerah makmur, sedangkan daerah yang penduduknya miskin malah tidak dapat bantuan,” ujarnya usai rapat Paripurna di DPRD Jateng, Jumat (17/6).

Pada APBD 2015,lanjutnya, bantuan keuangan/anggaran dari Pemprov untuk Kabupaten/Kota sebesar Rp2,353 triliun dengan rincian Rp1,13 triliun atau 49% merupakan dana reguler yang disalurkan langsung ke kas daerah Pemkab/Pemkot. Sedangkan 51% atau Rp1,39 triliun berupa dana aspirasi dewan.

“Dana aspirasi itu disalurkan melalui kegiatan pembangunan yang dimohonkan rakyat melalui anggota dewan, ” tuturnya.

Dia mencontohkan Kabupaten Demak selama tiga tahun berturut-turut mendapat dana aspirasi terbanyak. “Karena itu, bantuan keuangan/anggaran seperti Demak kini menjadi sorotan KPK,” ujarnya. (RS)

81
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>