Sebarkan berita ini:

4-narkobaSEMARANG[Semarang Pedia] – Sidang dengan agenda tuntutan kasus narkoba jenis sabu seberat 97 kilogram, Kamis sore (3/11) kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Tiga Warga Negara Asing (WNA) yang merupakan gembong narkotika dituntut  hukuman mati  oleh Jaksa Penuntut Umum, dalam sidang  kasus impor sabu dari China seberat 97 kg, di PN Semarang. Ketiga warga negara asing terdiri Muhammad Riaz alias Mr Khan dan Faiq Akhtar warga negara Pakistan  dan  Kamran Muzaffar Malik alias Philip Russel warga Amerika.

Ketiga Warga Negara Asing tersebut memiliki peran dalamUPAYA penyelundupan sabu 97 kg yang diletakkan di dalam 54 genset dari 194 genset dari China ke Indonesia melalui jalur laut.

Muhammad Riaz alias Mr Khan,  suami Peni Suprapti pada sidang sebelumnya dituntut hukuman 18  penjara merupakan bos atau pemilik sabu seberat 97 kg yang berhasil digrebek Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jepara.

Mr Khan merupakan otak dari proses impor sabu yang melibatkan sindikat jaringan internasional terbukti bersalah melanggar pasal 113 ayat 2 junto 132 ayat 1 undang-undang nomor35 tahun 2009 mengenai narkotika.

Tuntutan jaksa mengacu pada pertimbangan dari keterangan saksi dan bukti yaitu telah mengimpor sabu seberat 97 kg yang diletakkan di dalam 54 genset dari 194 genset yang didatangkan dari China. Sabu seberat itu kemudian dikirim menuju gudang di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.

“Dianggap telah terbukti melakukan pecobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum, mempoduksi dan mengimpor nakotika, menuntut terdakwa dengan dakwaan subsider dengan pidana mati” ujara Diajeg Kusumaningrum, Jaksa Penuntut Umum dalam Persidangan itu.

Menurutnya, untuk terdakwa Faid Akhtar dinilai terbukti berperan sebagai pengatur keuangan jaringan narkotika asal Pakistan. Mr Khan melalui Faiq  menyerahkan uang US$ 12.000 untuk mengurus impor termasuk menyewa kontainer.

Sementara itu, warga negara Amerika Kamran Muzaffar Malik memiliki peran mentransfer dana dari jaringan Pakistan kepada Muhammad Riaz alias Mr Khan untuk kekurangan biaya impor 194 genset itu senilai US$1.950. Genset  tersebut dikirim dari China ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Selama dalam persidangan dua terdakwa Muhammad Riaz alias Mr Khan dari Pakistan dan Kamran Muzaffar malik warga negara Amerika didampingi penerjemah. Pada sidang sebelumnya tiga WNI yang terkait jaringan sabu internasional Pakistan dituntut seumur hidup yakni Julian Citra Kurniawan dan Tommy Agung Pratomo, serta 18 tahun untuk Peni Suprapti, isteri Mr Khan. (HN/RS)

271
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>