Sebarkan berita ini:

24-narkotikiaSEMARANG[SemarangPedia] – Aparat Polrestabes Semarang berhasil mengagalkan upaya penyelundup narkotika jenis sabu ke dalam Tahanan di Markas Kepolisian Kota Besar Semarang, setelah sebelumnya BNN juga menggagalkan peredaran sabu di Lapas Kedungpane Semarang.

Sabu dibawa oleh seorang pembesuk bernama Rizal (23) warga Tambak Aji Semarang yang diselipkan ke dalam nasi bungkus atau lebih dikenal dengan nasi kucing yang akan diserahkan kepada salah seorang tahanan kasus narkoba bernama Rizki A (21)

Penyelundupan sabu berhasil digagalkan setelah Polisi yang bertugas menjaga Ruang Tahanan. Dalam pengeledahan petugas menemukan sabu seberat 1,65 gram, yang diselipkan kedalam nasi kucing.

Rizal mengaku dua kali disuruh temannya, untuk mengirim sabu, meski didalam tahanan Rizki bisa menjalin komunikasi lewat fasilitas handphone.

“Saya disuruh Risky dua kali mengirimkan sabu dengan iming-iming mendapatkan sedikit sabu, yang pertama berhasil dengan mamasukan ke dalam bungkus rokok, yang kedua gagal setelah berusaha memasukan ke dalam nasi bungkus, ” ujarnya saat galar perkara di Mapolrestabes Semarang Senin siang. (24/10)

Dihadapan petugas Rizal menuturkan sabu tersebut diambil di alamat yang sudah ditentukan dengan pembayaran melalui sistem transfer.  “Saya mendapatkan uang dari orang tua Risky dengan dalih biaya di dalam tahanan, setelah mendapatkan uang saya gunakan untuk membeli sabu, itupun atas atas perintah Risky,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji mengatakan Rizki yang merupakan warga Tambak Aji Semarang, tahanan kasus narkoba ditahan sejak 25 September 2016.

“Pemasok atas nama Rizal, sedangkan yang di tahanan atas nama Rizki, tahanan narkoba 25 September. Sabu dimasukkan di dalam nasi kucing,  Dari hasil pemeriksaan sementara, hubungan antara keduanya merupakan pertemanan,” tuturnya.

Menindaklanjuti usaha penyelundupan sabu kedalam Tahanan Kapolrestabes Semarang mengatakan, pihaknya akan lebih memperketat pemeriksaan di dalam tahanan agar kejadian ini tidak terulang kembali.

“Sebagai bentuk antisipasi, di ruang tahanan akan diperketat, baik keluarga yang akan membesuk atau siapapun. Setiap barang yang masuk ke dalam semuanya akan diperiksa secara detil,” ujarnya.

Dari tangan para tersangka polisi mengamankan paket dua paket sabu seberat 1, 65 gram, dan alat hisap berupa bong dan handphone yang digunakan untuk memesan sabu. Kasus ini dalam penyelidikan Satuan Narkoba Polrestabes Semarang. (HN/RS)

210
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>