Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia]- Perayaan Tahun Baru Imlek 2017 sejumlah obyek wisata di Kota Semarang dipenuhi pengunjung wisatawan dan tidak luput obyek wisata peninggalan sejarah Klenteng Gedung Batu Sam Poo Kong terlihat dipenuhi ribuan pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Klenteng Gedung Batu Sam Poo Kong merupakan sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho dan terletak di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.

Yayasan Sam Poo Kong, selaku pengelola destinasi wisata sejarah mencatat Sam Po Kong pada liburan Tahun Baru Imlek 2017 Sabtu-Minggu (28-29/1) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 10.000 orang lebih.

Disebut Gedung Batu karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu, orang Indonesia keturunan China menganggap bangunan itu adalah sebuah klenteng, mengingat bentuknya memiliki arsitektur bangunan China sehingga mirip sebuah klenteng.

Sekarang tempat tersebut dijadikan tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat untuk berziarah.

Menurut cerita, Laksamana Zheng He sedang berlayar melewati laut Jawa, namun saat melintasi laut Jawa, banyak awak kapalnya yang jatuh sakit, kemudian dia memerintahkan untuk membuang sauh. Kemudian merapat ke pantai utara Semarang untuk berlindung di sebuah Goa dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi klenteng.

Bangunan itu sekarang telah berada di tengah kota Semarang diakibatkan pantai utara Jawa selalu mengalami proses pendangkalan yang diakibatkan adanya proses sedimentasi, sehingga lambat-laun daratan akan semakin bertambah luas kearah utara.

Imlek tahun ini, pengunjung yang datang di obyek wisata itu meningkat sekitar 30% dibanding periode yang sama pada Imlek 2016 yang hanya mencatat 6.000 orang. Bahkan pihak yayasan optimistis capaian itu masih akan terjadi pada pekan depan.

“Pengunjung yang datang tidak hanya mereka dari Kota Semarang, tapi justru lebih banyak dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota lain di Jawa Tengah, dan mereka dari beragam etnis dan budaya,” ujar Mulyadi, staf Yayasan Sam Poo Kong.

Menurutnya, salah satu daya tarik pada perayaan Imlek tahun ini adalah upara ritual yang digelar sebelum tahun baru Tionghoa dan tepat di tahun baru Imlek yang berlangsung di Klenteng Agung Sam Poo Kong.

Selain itu, lanjutnya, juga digelar atraksi kolaborasi kesenian tradisional reog dengan barongsai hingga menarik banyak pengunjung. Wisatawan yang datang baik mereka yang menggunakan bus pariwisata maupun kendaraan pribadi terus mengalir, bahkan luapan pengunjung mengakibatkan lalu-lintas di ruas Jalan Simongan pun tersendat nyaris macet.

Konon, sejarahnya setelah Zheng He meninggalkan tempat tersebut karena dia harus melanjutkan pelayarannya, banyak awak kapalnya yang tinggal di desa Simongan dan kawin dengan penduduk setempat. Mereka bersawah dan berladang ditempat itu. Zheng He memberikan pelajaran bercocok-tanam serta menyebarkan ajaran-ajaran Islam, di Klenteng ini juga terdapat Makam Seorang Juru Mudi dari Kapal Laksamana Zheng He.

Klenteng Sam Poo Kong juga dikenal dengan nama Klenteng Gedung Batu. Nuansa China tampak begitu terasa dan didomnasi dengan warna merah, memasuki area klenteng Bangunan khas China dan asesoris pelengkapnya tampak begitu cantik.

Pengunjung yang begitu banyak terlihat mereka berfoto di lokasi yang mereka nilai baik, seperti di patung, gapura masuk, dan tempat-tempat lainnya yang semuanya bernuansa China. (HN/RS)

 

209
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>