Sebarkan berita ini:
Pekerja menyelesaikan perbaikan jalan di jalur Selatan, Kabupaten Tegal, Jateng, Senin (18/8). Perbaikan jalan di jalur Selatan dikebut, akibat meningkatnya volume truk tonase diatas 10 Ton melintas jalur tersebut karena dilarang melewati jembatan Comal dan dialihkan ke jalur Selatan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ss/pd/14

SEMARANG[SemarangPedia] – Perbaikan jalan rusak di sejumlah daerah di Jawa Tengah termasuk perbaikan 978 lubang jalan di sepanjang jalur Banjarnegara terus dikebut dan diproyeksikan selesai pada 23 Desember 2016, guna memperlancar arus kendaraan pada liburan Natal dan Tahun Baru.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan perbaikan jalan terus dikebut dan ditargetkan selesai sebelum Natal mendatang.

Menurutnya, perbaikan jalan itu menjadi prioritas karena mulai Natal hingga akhir tahun ada hari libur nasional, sehingga arus kendaraan di jalur tersebut bisa berjalan lancar.

“Terdapat 978 lubang mulai dari Susukan sampai perbatasan antara Banjarnegara Wonosobo. Perbaikan sementara ini akan diselesaikan dalam waktu tidak lama, saya targetkan sampai 23 Desember selesai, karena dari 25 Desember sampai Januari ada perayaan hari besar dan libur nasional,” ujarnya saat meninjau perbaikan jalan dari Banyumas sampai Sigaluh Banjarnegara, Senin (19/12).

Untuk perbaikan jalan berlubang, lanjutnya, Pemprov Jateng, Pemkab, dan Pemerintah Pusat sudah berkoordinasi dan siap membereskan secara bersama-sama. Karena, kerusakan jalan bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Pusat, namun juga Gubernur dan Bupati/ Wali Kota juga harus terlibat menanganinya.

“Ini adalah tanggung jawab pemerintah dan kami sudah koordinasi dengan Kementeria PU, bahkan saya sudah teleponPpak Menteri PU bagaimana membereskan persoalan ini,” tuturnya.

Dia menambahkan perbaikan kerusakan jalan tidak hanya difokuskan di area-area rawan seperti di Banjarnegara dan Banyumas yang merupakan jalur nasional meliputi Wangon, Ajibarang, dan Bumiayu. Namun, jalur tengah dari Kebumen sampai Purworejo juga menjadi perhatian untuk segera ditangani.

“Musuhnya aspal yaitu hujan dan overtonase. Untuk overtonase ini saya sudah minta sama Organda karena ini soal moralitas saja, kita harus merawat bersama-sama,” ujarnya. (RS)

 

215
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>