Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Dalam penataan ruang daerah diingatkan terdapat empat wewaler angker (pantangan angker) Perda No 16 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Propinsi, jangan sampai melanggar, karena bakal membahayakan.

“Ada empat wewaler angker (pantangan angker) Perda No 16 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Propinsi, jangan sampai melanggar, karena bisa kualat secara alam,” ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso pada acara Sosialisasi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) No. 16 Tahun 2019, yang digelar  di Hotel Pandanaran Semarang, Senin (9/12).

Politisi PKS tersebut mengatakan yang pertama adalah memastikan Jateng aman secara pangan dan terjaga kesejahteraan secara turun temurun. Maka luas LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) seluas 1.025.255 hektare.

Selanjutnya, tutur Hadi, kawasan Industri target mencapai 7% dari pertumbuhan ekonomi Propinsi Jateng 2024. Maka perlu dukungan pertumbuhan industri, kawasan stategis Nasional khusus industri di Brebes dan Kendal, serta 7 kawasan strategis Propinsi industri, harus mengacu pada ecoregion induastrial, untuk kesinambungan daya dukung lingkungan”, ungkap pria asal Wonogiri tersebut.

Menurutnya, yang ketiga adalah mengamankan Proyek Strategis Nasional dan Propinsi untuk pemerataan pembangunan.

“Kemudian terakhir untuk mempertahankan kualitas daya dukung lingkungan, RTH DAS memiliki persentase 30% dari wilayah DAS,” tuturnya. (RS)

 

9
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>