Sebarkan berita ini:

Aktivis dari berbagai komunitas perempuan anti kekerasan seksual di Aceh menggelar aksi solidaritas di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Rabu (11/5). Mereka mendesak pemerintah meneguhkan sikap atas pembahasan pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual dan menolak hukuman kebiri atau hukuman mati terhadap pelaku karena tidak menjamin berhentinya kasus kekerasan seksual, khususnya pada anak. ANTARA FOTO/Ampelsa/foc/16.

SEMARANG[SemarangPedia] –  Dewan Pimpinan Wilayah Perempuan Bangsa Jawa Tengah menyambut positif  terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) no 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak, sebagai bukti perhataian pemerintana terhadap bangsanya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Perempuan Bangsa, Rosidah mengatakan terbitnya Perppu itu, yang mengatur hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual merupakan bentuk perlindungan dari negara terhadap warga terutama anak  dan perempuan.

Menurutnya, lahirnya Perppu itu, setelah sebelumnya kekerasan seksual di sejumlah daerah di Indonesia terjadi terus menerus dan peristia itu mengerikan.

“Selain efek jera, diharapkan pelaku akan berpikir ulang kalau melakukan tindak kekerasan seksual karena konsekuensinya berat dengan adanya perpu kebiri,” ujarnya kepada Semarangpedia.com, Senin (30/5).

Selain Perppu itu, lanjutnya, untuk membantu menekan tindak pemerkosaan, pihaknya  juga melakukan sosialisasi melalui sejumlah kegiatan.

“Dalam pekan ini, Sabtu (4/6) Perempuan Bangsa akan menggelar diskusi publik dengan tema  Antisipasi Tindak Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Perempuan,” ujar Rosidah yang juga anggota Fraksi PKB DPRD Jateng.” Tuturbnya.

Dia mengharapkan peran keluarga dan orang tua sangat penting untuk mendidik anak agar menjauhi pengaruh negatif dari luar. (RS)

64
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>