Sebarkan berita ini:

31-PerkiSEMARANG[SemarangPedia] – Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (Perki) kini gencar mekampanyekan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) gratis, sebagai upaya masyarakarat agar dapat mengetahui adanya gangguan irama jantung sejak dini.

Perki menggelar pemeriksaan EKG secara gratis di Semarang dilakukan di halaman PT Telkom Semarang, Jalan Pahlawan Minggu. (31/7).

EKG merupakan pemeriksaan kesehatan terhadap aktivitas elektrik (listrik)  jantung dengan cara merekam aktivitas elektrik jantung, sebagai grafik jejak garis pada kertas grafik.

Pemeriksaan EKG itu, sekaligus untuk menilai kerja jantung, apakah normal atau tidak normal. Beberapa hal yang dapat ditunjukkan oleh pemeriksaan EKG adalah Laju (kecepatan) denyut jantung dan ritme denyut jantung.

Seain itu, kekuatan dan “timing” sinyal listrik saat melewati masing-masing bagian jantung.

Aruman Yudanto Ketua Panitia Kegiatan pemeriksaan jantung gratis itu, mengatakan pemeriksaan EKG juga sebagai kegiatan Atrial Fibrilation Campaign fo Stroke Prevention untuk mendeteksi dini apakah di masyarakat terdapat kelainan atau atria fibrilasi yang merupakan gangguan irama jantung yang tidak teratur.

“Sebenarnya atria fibrilasi ini banyak dijumpai di praktek-praktek klinik yang ada di masyarakat tetapi ada gejalanya yang tanpa keluhan dan salah satu akibat dari hal ini adalah stroke,” ujarnya

Menurutnya, ini bisa terjadi karena banyak faktor yang menyebabkan seperti penyakit jantung , darah tinggi, diabetes, jantung koroner, jantung katup, obesitas dan lainnya serta kejadian itu akan semakin meningkat dengan bertambahnya usia.

Kondisi itu, lanjutnya, yang mendorong Perki melakukan kampanye pemeriksaan EKG gratis, agar dapat diketahui sejak dini masyarakat yang terdapat gangguan irama jantung yang tidak teratur.

Dia mengatakan kampanye ini dilakukan karena penyakit stroke dapat menurunkan kualitas hidup seseorang, sehingga jika kualitas hidup menurun maka produktivitas menurun dan semuanya akan ikut menurun.

“Jika kita bisa mendeteksi dan mengobati secara dini maka akan jadi lebih baik untuk ke depan kesehatannya,” tuturnya. (RS)

229
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>