Sebarkan berita ini:
Kepala Kanwil Kemenag Jateng Mustain Ahmad

SEMARANG[SemarangPedia]  – Peran negara bukan hanya untuk melayani dan melindungi kelompok mayoritas saja, tetapi juga memberikan perlakuan yang sama terhadap minoritas.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah H Musta’in Ahmad mengatakan peran negara bukan untuk salah satu golonga saja. Tetapi untuk semuanya. Kata mayoritas dan minoritas tidak perlu ada lagi dalam konteks praktik bernegara.

“Negara ini tidak untuk melindungi mayoritas, negara ini juga tidak untuk melindungi minoritas. Melainkan, negeri ini hadir untuk melindungi seluruh umat dan tumpah darah Indonesia,” ujar Musta’in saat menerima audiensi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, di Kantor Kanwil Kemenag Jalan Sisingamangaraja Selasa (21/7).

Menurutnya, sebagai orang yang pernah memimpin kantor Kemenag di daerah  sering menjumpai pengalaman berharga dalam membina umat beragama yang kebetulan agama yang dipeluk berbeda dengan agama yang dipeluk dirinya.

Saat menjabat Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar dan Kota Surakarta, mendapat amanat untuk membina umat Hindu dan Budha yang tentu keberadaannya sama dengan dirinya di hadapan UU meski berbeda keyakinan.

Dia menambahkan karena UU memerintahkan dia untuk membina semua umat beragama , maka semuanya dibina, termasuk umat Hindu dan Budha. Kalau tidak bisa dibina ya dibina lagi, kalau masih belum bisa ya dibina terus.

Adanya berbagai perbedaan itu, lanjutnya, bisa disepakati untuk tidak bersepakat dalam   beragama, sehingga dapat melahirkan kesepakatan untuk menghadirkan negara Indonesia, bendera  merah putih, sistem demokrasi dan perundang-undangan, Pancasila, dan kebinekaan dalam wawasan kebangsaan yang sama.

“Jangankan dalam negara, dalam satu agamapun ada perbedaan, itu wajar dan masing-masing bisa saling menghormati,” tuturnya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah KH Drs Taslim Syahlan MSi menuturkan dia memandang Kepala Kanwil Kemenag Jateng selaku pembina FKUB Jateng. Karena itu, inti dari silaturahim dengan Kepala Kanwil Kemenag yang baru bertujuan untuk mendapatkan pengarahan terkait program yang bisa disinergikan.

“Kami sinergikan dengan amanat Gubernur untuk melawan Covid-19. Membantu pemerintah dalam menyosialisasikan tahapan-tahapan dalam perang melawan Covid-19 sampai menuju kenormalan baru (New Normal) ini,” ujarnya.

Menurutnya, kebetadan FKUB tidak untuk menafikan komunitas lain. Karena itu dalam berbagai kegiatan menggandeng pihak lain seperti Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Kota Semarang, Gusdurian, dan sebagainya. (SMH/RS)

36
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>