Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah semakin gencar menerapkan program “Digitalisasi SPBU”, sabagai upaya untuk mengoptimalisasi penyaluran energi BBM kepada masyarakat.

Unit Manager Communication Relations dan CSR Pertamina Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho mengatakan program “Digitalisasi SPBU” yang digagas pada 2018 lalu kini sudah diterapkan pada 821 SPBU I wioayah Jateng dan DIY.

Pertamina, lanjutnya, akan mendapatkan data dan informasi secara real time sehingga optimalisasi pelayanan, penyaluran dan kehandalan suplai akan terjamin.

“Dari sisi kehandalan suplai, melalui digitalisasi Pertamina secara real time dapat melakukan monitoring sales atau penjualan, monitoring stok yang tersedia di SPBU, monitoring penerimaan BBM saat bongkar muat dari mobil tanki (MT), dan mengembangkan penjadwalan otomatis dalam pengiriman BBM ke SPBU,” ujar Brasto, Selasa (6/4).

Selain itu, diamenambahkan digitalisasi juga membantu penerapan pembayaran non tunai (cashless) di SPBU.

“Dengan digitalisasi, jaringan yang kuat di SPBU bisa menawarkan metode pembayaran non tunai salah satunya pembayaran menggunakan LinkAja melalui aplikasi MyPertamina”, tuturnya.

Menurutnya, program digitalisasi SPBU akan terus dikembangkan oleh Pertamina menyesuaikan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan konsumen.

“Pertamina akan membantu mendorong masyarakat serta pelanggan setiapnya untuk merasakan customer experience yang memuaskan,” ujarnya. (RS)

1
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>