Sebarkan berita ini:

22-sepablola-apiSEMARANG[SemarangPedia] – Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2016 yang digelar di halaman Plaza Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, Jumat malam, (21/10) terlihat semarak dengan menampilkan berbagai atraksi.

Prosesi yang mengangkat tema besar Merajut Kebhinekaan dan Kedaulatan Indonesia itu, dimulai pukul 19.00 WIB dengan membacakan shalawat nariyah dan istighotsah yang dipimpin Habib Jakfar Al Musawwa dan KH Dzikron Abdullah.

Setelah sesi Istighotsah, puncaknya dipertunjukan tradisi identik khas pesantrenan yakni sepak bola api yang dimulai pukul 20.00 WIB. Bahkan sejumlah warga lingkungan sekitar, pendatang, para santriwan – santriwati dari pondok pesentren yang berpatisipasi dan pihak keamanan memadati halaman plaza Masjid Agung Jawa Tengah Semarang.

Acara semakin seru saat santriwan – santriwati mulia memainkan bola api. Sebelumnya pengolesan minyak zaitun dilakukan untuk mengantisipsi panas dari bola api, dengan diawali santri pria, kurang lebih empat lawan empat, mereka lakukan pertandingan dengan berani.

Tidak seperti bermain bola sungguhan yang memainkan dan menggiring bola dengan leluasa,setidaknya meraka melakukan giringan bola, dua, tiga, empat  kali sentuhan lalu kemudian dioperkannya ke kawan timnya.

Hempasan bola yang ditendang santri pria begitu cepat dan tidak terarah. Sempat bola api mengarah ke arah penonoton, namun tidak begitu mengkhawatirkan. Bahkan membuat suasana menjadi riuh ramai oleh sorakan dan tepuk tangan penonton.

Tidak kalah dengan santri pria, santri wanita pun juga unjuk kebolehan. Mengenakan krudung dan baju lengan panjang, mereka begitu lincah dan bahkan lebih berani dari santri pria memainkan bola api yang terbuat dari kelapa tua yang telah direndam dalam minyak tanah.

Seakan tidak menghiraukan hawa panas, meraka dengan yakin dan percaya diri serta kekuatan doa meraka lakukan atraksi bermain bola api. Keyakinan itu didasari karena telah terbiasa mereka memainkan permainan ekstrim ketika menimba ilmu di Ponpes.

Pertandingan itu, tidak mencari menang ataupun kalah melainkan menciptakan kebersamaan. Kegiatan itu juga dimeriahkan penampilan parade drumband pelajar SMP-SMA Nasima, musik gamelan Jawa, terbangan, tari sufi dan tari saman Aceh. (RS)

131
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>