Sebarkan berita ini:

25-Pesertta Ujian Advokad1SEMARANG[SemarangPedia]-Peserta ujian advokat (pengacara) yang digelar Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) gelombang II 2016 di Hotel Gracia Semarang didominasi pesertanya dari kalangan pensiunan Polri/ TNI. Tercatat sebanyak 79 peserta berasal dari wilayah se-Jawa Tengah.

Ketua IKADIN Jateng, HM Rangkei Margana mengatakan ujian advokat sebagian besar dari kalangan purn TNI, Polri dan pensiunan PNS yang baru lulus pendidikan formal strata satu (S1) berlatarbelakang hukum.

“Kegiatan ujian ini semacam membuka lapangan pekerjaan bagi S1 hukum. Para advokat dapat memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang tidak melek hukum,” ujarnya, Sabtu. (25/6)

Beberapa materi yang diujikan seputar hukum acara pidana, perdata, hukum Islam, Pengadilan Tata Usaha Negara, hukum militer, hubungan industrial ketenagakerjaan, dan kode etik advokat, serta undang-undang advokat No.18/2003 tentang advokat.

Ujian advokat dengan durasi waktu 3,5 jam terbagi menjadi dua tahap, selain soal ujian pilihan ganda dengan durasi waktu dua jam dan ujian esay dengan durasi 1,5 jam. Jawaban pilihan ganda (a b c dan d) ada sekitar 120 soal dan soal esay peserta membuat surat kuasa dan gugatan.

Selanjutnya, dia menambahkan bagi peserta lulus ujian akan mengikuti jenjang profesi advokat (PPA) yang digelar selama tiga bulan. Calon advokat diwajibkan mengikuti magang di kantor advokat selama dua tahun dan baru dilakukaan sumpah jabataan sebagai advokat oleh Ketua Pengadilan Tinggi masing-masing daerah.

“Proses tahap menjadi advokat tahapannya panjang. Kali ini baru tahap awal pelaksanaan,” tuturnya.

Menurutnya, hasil kelulusan peserta ujian advokat berdasarkan standarisasi nilai kelulusan minimal 6,5. Selain dalam kelulusan merupakan murni hasil penilaian dari tim penguji Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Pusat yang dinilai langsung berdasarkan panitia di Jakarta.

“Diharapkan para calon penerus advokat bisa dijadikan generasi penerus IKADIN dan bisa dijadikan prinsip untuk menjadi contoh advokat yang lebih baik. Jadi ¬†kalau sudah ikut ujian di IKADIN akan ikut bergabung dalam wadah IKADIN, karena setiap organisasi punya kebijakan sendiri,” ujarnya.

Sementara, salah satu peserta ujian advokat, Iskandar alumni Fakultas Hukum Universitas Sultan Agung memilih ujian di IKADIN, karena sudah ada penyetaraan dari berbagai organisasi advokat sesuai UU nomor 18/2003 tentang Advokat.

“IKADIN lebih bagus menurut saya. Meski ada beberapa organisasi profesi lain. Tahapannya dari PKPA dulu, baru ujian,” tuturnya.

Pria asal Grobogan itu memilih profesi advokat, karena azas kemanfaatan sangat banyak. Disamping masih banyak masyarakat membutuhkan pendampingan hukum masih minim.

“IKADIN itu lebih bagus dan saya juga jadi kader IKADIN. Untuk selanjutnya, kalau nilai hasil ujian dinyatakan lolos tinggal menunggu sumpah,” ujarnya.

450
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>