Sebarkan berita ini:

27-petani bawang merahSEMARANG[SemarangPedia] – Petani bawang merah di sentra produksi Jateng akan menggelar aksi protes dan demo besar-besaran ke Jakarta,  untuk meminta kepada Pemerintah agar membatalkan kebijakan yang merencanakan segera mengimpor komoditas itu.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari  mengatakan para petani bawang merah di berbagai sentra produksi siap melakukan aksi demo ke Jakarta, jika pemerintah tetap melakukan impor bawang merah.

“Jika pemerintah tetap impor bawang merah, kami sudah sepakat turun ke jalan untuk demo besar-besaran dan saat ini sedang dipersiapkan, ujarnya, Jumat. (27/5)

Menurutnya, ABMI sedang melakukan konsolidasi dengan sejumlah petani dari berbagai daerah. Bahkan telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada kepolisian terkait rencana aksi unjuk rasa tersebut.

“Aksi ini atas desakan para petani, dan kami sudah kirim surat pemberitahuannya, karena kebijakan impor bawang merah itu dipastikan bakal merugikan para petani yang tidak sedikit nilainya, di tengah kondisi perekonomian daerah kurang menguntungkan,” tuturnya.

Dia mengatakan aksi unjuk rasa para petani itu juga pernah dilakukan saat pemerintah membuka keran impor bawang merah pada 2012. Selain demo di jalur pantura Brebes, ratusan petani bawang merah juga melakukan unjuk rasa ke Jakarta di Kantor Kementerian Pertanian.

“Kami sebenarnya tidak ingin kejadian itu terulang lagi. Saat itu petani sangat kecewa karena harga bawang kini dalam kondisi terjun bebas. Jika pemerintah tidak mendengarkan suara petani ini, terpaksa demo kami lakukan,” ujarnya.

Menurut Sekretaris ABMI Ichwan,  rencana aksi itu asosiasinya menyiapkan sebanyak 10 bus untuk memberangkatkan ratusan petani ke Jakarta dan kebijakan pemerintah yang akan mengimpor bawang merah sebanyak 2.500 ton ini, bukanlah solusi untuk menstabilkan harga.

Sebab, lanjutnya, masih banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatur harga menjelang Ramadan dan Lebaran ini. Di antaranya dengan mengatur distribusi bawang merah.

Senmentara kalangan DPRD Jateng menilai kebijakan impor bawang merah tidak selaras dengan nawa cita yang digelorakan pemerintah Jokowi – Jusuf Kalla.

Anggota Komisi B (Bidang Perekomian) DPRD Jateng Riyono mengatakan alasan dikeluarkannya keputusan impor bawang merah sangat tidak relevan.

“Tidak seharusnya pemerintah mengambil kebijakan impor itu, di tengah bawang merah sudah sangat langka di pasaran dalam negeri, tetaapi justru para petani sedang melakukan panen raya,” ujarnya.

198
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>