Sebarkan berita ini:

27-ferySEMARANG[SemarangPedia]- Petani tembakau  di sentra produksi Jateng disarankan menanam sesuai kebutuhan pabrikan rokok dan melakukan diversifikasi guna mengantisipasi terjadinya kelebihan produksi, sehingga potensi kerugian bisa dihindari.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Fery Wawan Cahyono mengatakan jika penanaman lahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, jumlah produksi akan berimbang dengan volume permintaan.

“Permintaan dan penanaman tembakau jika sudah sesuai yang diharapkan. Suplay and demand itu bisa menstabilkan harga tembakau di pasaran, hingga petani tidak mengalami kerugian yang tidaj sedikit,” ujarnya usai diskusi publik “Cukai Melambung Siapa (B) Untung”, di Semarang.

Musim tanam, lanjutnya, para petani sebaiknya tidak menanam tembakau berlebihan dan mulai melakukan diversifikasi dengan tanaman lain seperti komoditas palawija yang dinilai menguntungkan.

Diversifikasi itu dilakukan, dia menambahkan untuk menghidari kekhawatiran terhadap harga di pasar pada musim panen yang memungkinkan bakal terjadi penurunan tingkat pembelian oleh pabrikan rokok, mengingat stok mereka masih cukup melimpah hasil dari pembelian panen tahun sebelumnya.

Menurutnya,  pemerintah daerah (Pemda) agar memberikan informasi kepastian rencana pembelian bahan baku rokok oleh pabrikan untuk kebutuhan produksinya, guna menghidari terjadinya penurunan harga yang tidak wajar.

Dia menuturkan selama ini pembelian pabrikan masih terkesan tidak trasparan dalam memberikan informasi rencana kebutuhan tembakau, sehingga penanaman petani sulit menyesuaikan dengan proyeksi kebutuhan pasar.

“Hal itu, yang menjadi faktor penyebab keresahan petani di berbagai sentra produksi Jateng. Pasalnya, harga tembakau di pasaran tidak menentu dan mengikuti mekanisme pasar yang dikendalikan oleh pabrikan,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, juga menyebabkan penanaman tembakau menjadi berlebihan, mengingat kebutuhan pasokan bahan baku rokok untuk produksi pabrikan informasinya tidak pernah jelas kepastiannya.

Dia mengatakan informasi mengenai perencanaan pembelian tembakau sangat dibutuhkan petani, sehingga peran pemerintah daerah sangat diharapkan untuk meminta kepastian kebutuhan dari kalangan pabrikan rokok.

Kondisi itu, yang mengakibatkan tidak sedikit petani di sentra produksi Jateng mencakup kabupaten Temanggung, Wonosobo, Magelang, Kendal dan Boyolali harus menanggung kerugian yang cukup besar. (RS)

56
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>