Sebarkan berita ini:

Petanin tembakauSEMARANG [SemarangPedia] – Petani tembakau di sentra produksi Jateng disarankan memperluas lahan sebagai upaya untuk meningkatkan produksi pada musim tanam tahun ini, yang diperkirakan cuaca bakal mendukung.

Kabupaten Temanggung yang merupakan daerah sentra produksi tembakau terbesar di Jateng tahun ini bakal meningkat hasil produksi petani, jika lahan tanam diperluas dari tahun lalu.

Bupati Temanggung Mulyadi Bambang Sukarno mengatakan petani tidak perlu khawatir untuk memperluas lahan tanam tembakau pada tahun ini, karena diperkirakan cuaca lebih baik dan bakal mendukung pertumbuhan komoditas bahan baku rokok itu.

Selain itu, lanjutnya, sejumlah pabrik rokok besar telah menjanjikan bakal membeli semua hasil produksi petani, terutyama tembakau rajangan asli Temanggung yang memenuhi syarat pabrikan.

“Petani tidak perlu khawatir memperluas lahan penanaman tembakau, karena Temanggung sudah sejak lama memiliki hasil produksi tembakau yang paling unggul dan paling diminati pabrik rokok besar,” ujarnya.

Menurutnya, tembakau Temanggung bahkan terbaik di dunia, sehingga petani harus bisa mempertahankan kualitas tembakau rajangan dan tidak mencampurkan dengan tembakau dari luar daerah dalam pengolahan menjadi tembakau rajangan.

“Pencampuran dengan temabkau luar daerah akan yang merusak kualitas. Imbasnya, image tembakau dari Temanggung bakal jelek,” tuturnya.

Staf Stasiun Klimatologi Semarang, Reni Kraningtyas menuturkan pihaknya mengeluarkan prakiraan cuaca setiap tahunnnya, bahkan untuk beberapa bulan ke depan yang bisa dijadikan acuan petani dalam penanaman tembakau.

Dia mengakui terdapat perbedaan waktu memasuki musim kemarau di wilayah Temangggung. Temanggung bagian selatan memasuki awal musim kemarau pertangahan Mei, sedangkan Temanggung bagian utara, barat dan timur pada awal Juni. Awal musim kemarau itu ditandai dengan berkurangnya curah hujan.

“Musim kemarau sendiri akan terjadi selama 5 hingga 6 bulan atau sampai Oktober, meski adakalanya masih ada hujan,” ujarnya

Sementara itu, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mencatat luas lahan pertanian tembakau mencapai 192.525 hektare (ha) dengan produksi sebesar 163.187 ton per tahun dengan melibatkan 2 juta petani di seluruh Indoensia.

Ketua Umum APTI Soeseno mengatakan prediksi produksi tembakau tahun ini bakal naik 7% dibandingkan tahun lalu atau sekitar 182.000 ton hingga 190.000 ton.

183
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>