Sebarkan berita ini:

MAGELANG[SemarangPedia] –  Para petani tembakau di berbagai sentra produksi kini kembali dihadang dengan kebijakan yang kurang mendukung, akibat pemeritah bakal menaikkan tarif cukai tembakau dan harga jual eceran (HJE) rokok yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2020.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng Wisnu Brata rencana pemerintah yang akan menaikkan cukai tembakau dan harga jual eceran (HJE) rokok awal tahun depan sangat memeberatkan para petani di berbagai sentra produksi, karena bakal merugikan mereka.

“Rekomendasi teknis dari Kementerian Pertanian harus segera dilaksanakan, kalau tidak ya jadi proyek kematian. Kenaikan bagi kami tidak masalah, tapi HET rokok jangan sampai pula di atas harga psikologis konsumen. Nanti juga akan jadi petaka, industri ditinggal konsumen,”  ujar Wisnu di sela-sela Musyawarah Pimpinan Nasional APTI yang dihadiri petani tembakau dari sembilan provinsi di Hotel Trio Magelang Senin (11/11).

Petani tembakau pun, lanjutnya, meminta kenaikan cukai yang proporsional dengan memperhatikan semua aspek. Mulai aspek pertumbuhan ekonomi, inflasi dan kondisi IHT.

Bahkan juga meminta Pemerintah menjalankan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 156/PMK 010/2018 (PMK 156/2018) tentang Perubahan Atas PMK Nomor 146/PMK 010/2017 (PMK 146/2017) tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang hadir dalam musyawarah yang dihadiri pengurus APTI perwakilan se-Indonesia itu menuturkan kenaikan cukai khususnya tembakau kretek besarannya tidak bisa terlalu tinggi. Karena, kretek banyak menekan harga di tingkat petani.

“Petani ini sebenarnya minta kejelasan tata niaganya. Maka, rekomendasi teknis harus ditindaklanjuti. Setiap impor satu ton tembakau luar negeri, tembakau kita harus dibeli dua ton, dan tembakau kita dulu yang dibeli,” tuturnya.

Menurutnya, kebutuhan tembakau di Indonesia masih kurang mencukupi. Pemerintah pun dipersilakan impor untuk memenuhi kebutuhan, sepanjang tembakau dalam negeri harus dibeli terlebih dahulu, sehingga ada perimbangan dan tidak ada yang merugi. (RS)

29
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>