Sebarkan berita ini:

26-NarkobaSEMARANG[SemarangPedia] – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap Agus Imakudin, Ketua Komisi C DPRD Kudus ketika bersama teman perempuan berinisial VA menggelar pesta sabu di Puri Anjasmoro, Semarang, Senin (25/7) petang.

Dari sumber dihimpun, penangkapan oknum politisi PDI-Perjuangan itu memakai jasa tukang parkir dalam transaksi barang haram tersebut. Kemudian juru parkir tersebut memberikan barang haram tersebut ke Udin panggilan akrbab Agus Imakudin di suatu tempat.

“Kalau mau pesta, mereka menggunakan jasa seorang juru parkir, dan semuanya sudah kita tangkap,” ujara petugas BNNP, yang namanya enggan ditulis.

Saat ini, penangkapan Udin masih terus dikembangkan dan mengalir kepada pemasok sabu berinisial N. Bahkan, diduga beberapa rekan sejawatnya terlibat dalam jaringan Udin.

Rencananya, BNNP Jateng akan menggelar pers rilis terkait penangkapan anggota DPRD Kudus, Rabu (27/7)

Udin ditangkap setelah menghadiri Rapat Paripurna Pandangan Fraksi Terhadap RAPBD Perubahan Kudus 2016 di DPRD Kudus.

Seorang penyidik menyebutkan, Udin digerebek saat mengendarai mobil di pertigaan Blok N3, Perumahan Puri Anjasmoro pukul 16.00 WIB.

Petugas sesudah menguntit dan menjadikan pelaku target operasi. Begitu memastikan pelaku membawa sabu-sabu, petugas bergerak. Setelah digeledah, petugas menemukan sabu-sabu 1 gram yang disembunyikan di dalam kemasan sikat gigi yang diselipkan di pintu mobil.

Atas temuan itu, pelaku dibawa ke Kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Semarang Barat untuk dimintai keterangan. Dari hasil tes urine, pelaku dinyatakan positif memakai narkoba. Udin saat ini ditahan di Kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Semarang Barat.

Dalam penggerebekan, ditangkap juga pemasok sabu-sabu ke Udin, yakni Wanru, warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus. Dari informasi diperoleh keterangan, Udin dan Wanru yang berangkat dari Kudus menuju Semarang itu sudah membawa sabu-sabu.

Keduanya lantas berpisah di RS Telogorejo. Udin kemudian menuju ke Perumahan Puri Anjasmoro. Keduanya ditangkap di dua tempat terpisah.

”Begitu Udin kami tangkap, bandar juga kami tangkap,” kata salah satu penyidik yang tak bisa disebutkan namanya.

Ketua DPRD Kudus, Masan semula menyatakan tak percaya atas kabar penangkapan Udin, karena, sebelumnya Udin hadir dalam rapat paripurna.

Menurut Ketua DPD PDIPJawa Tengah Bambang Wuryanto, partainya sangat antinarkotika dan obat terlarang.

Jika ada anggota fraksi atau kader PDIP kedapatan mengonsumsi atau menjadi bagian dalam proses transaski, sanksinya sangat tegas, yakni dipecat. Dalam prosesnya, PDIP akan berkoordinasi dengan BNNP Jateng untuk memastikan perkara yang menimpa Udin. ”Kalau benar, ya sudah. (RS)

103
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>