Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] –  Meski sudah bisa dibilang sukses membawa perusahaan keluarga, Jonatha Sofyan Hidayat Direktur Utama (Dirut) PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul yang mempimpin generasi ketiga sebagai penerus, tidak akan pernah berhenti melakukan berbagai inovasi dan mencari ide-ide barunya.

Sofyan Hidayat menuturkan bahwa sukses dari bisnis SidoMuncul selama ini sebenarnya adalah hanya karena kerukunan dan yang terpenting memiliki prinsip Cengli dalam filosofi dan istilah orang Tionghoa dari segi rasional memang benar dan dari segi perasaan juga bisa diterima.

Chengli itu bagus, sudah sepatutnya/semestinya, masuk akal, lurus hati/jujur, sesuai, pas, dan pantas. Bahkan Chengli merupakan interpretasi yang luas dari sikap fair, sikap yang sepantasnya dilakukan sesuai dengan etika dan pergaulan yang berlaku,” ujarnya kepada semarangpedia.com

Hingga saat ini Sofyan Hidayat tidak lagi identik dengan jamu, kelompok bisnisnya semakin membesar tak hanya jamu, tapi juga indutri minuman, makanan, resto, percetakan, packaging,  pabrik pupuk organik, pabrik bahan baku jamu, multilevel marketing dan sektor perhotelan serta produk kebutuhan banyak orang seperti pasta gigi.

Perusahaan jamu dan farmasi yang dikendalikan Sofjan Hidayat kini lebih menfokuskan pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) dan meningkatkan penjualan segmen herbal untuk mewujudkan menjadi industri jamu terkemuka.

Sofyan menuturkan sebagai pemimpin perusahaan harus memahami bawahan, diiringi dengan pengembangan produk, sasaran iklan harus benar dan produk yang dihasilkan semakin berkualitas, sudah dapat dipastikan hasil penjualan bakal  melejit.

Karakter pasar, harus jeli dapat dibaca sehingga bisa memacu penjualan dengan melakukan inovasi produk secara terus menerus, termasuk kualitas produk yang dihasilkan harus melalui uji klinik.

Dia mengaku tidak kesulitan untuk mewujudkan itu, karena pengalamannya dan prinsip Chengli selalu dipegang, sebagai pemimpin itu tidak boleh  Bo Chengli yang istilah orang Tionghoa tidak mengikuti aturan dan suka mengingkari janjinya, serta semaunya sendiri.

“Prinsip Chengli harus kita terapkan dan sebagai konsekuensinya dengan tindakan yang  jujur, baik membina bawahan, relasi atau mitra kerja, sehingga kepercayaan bisa dibangun kepada semua orang,” tuturnya.

Bagi mereka yang berjualan itu bukan sekadar meraup keuntungan belaka, melainkan juga untuk menjalin hubungan dengan pembeli agar satu sama lain tidak saling dirugikan dan sama-sama untung  alias Chengli.

Tentu walaupun tidak mudah, namun diharapkan selalu dapat belajar untuk selalu bisa berkarakter fair, adil, apa adanya, bertindak seharusnya, tahu budi dan tentunya tidak tamak.

Boleh jadi, Sofyan menambahkan Chengli adalah sebuah karakter yang ternyata memiliki arti yang sangat dalam dan yang semestinya dimiliki oleh setiap manusia. Chengli adalah suatu sikap yang saling mengalah demi mencapai suatu kesepakatan, tentunya ini membuat banyak orang yang suka bekerja sama dengan jujur.

“Bahkan, jika karakter fair Chengli itu hilang, bukan tidak mungkin kita bisa kehilangan simpati, teman, kesempatan, rezeki dan akhirnya kehilangan semuanya. Kalau ingin sukses, maka cara kita bekerja / berusaha mesti Chengli alias adil dan harus jujur, tidak curang serta bisa dipercaya,” tutur Sofyan.

Menurutnya, konon jika setiap hal yang dilakukan didasari atas prinsip Chengli , maka pintu rezeki akan semakin terbuka lebar dengan sendirinya bagi kesuksesan perusahaan yang dimilikinya.

Sofyan sebelumnya menjabat Dirut selama puluhan tahun telah mampu membuktikan kinerja manajemen perusaahan yang bergerak di sektor distributor PT Muncul Mekar dan tidak pernah mengalami penurunan pendapatan dan penjualan.

Selain prinsip Chengli, kata Sofyan, tentunya manajemen perusahaan SidoMuncul memiliki Visi dan komunikasi yang dibutuhkan dalam memimpin perusahaan, selain perlu juga dilengkapi dengan roadmap untuk membuat rencana jangka panjang.

Sebelum membuat roadmap, perusahaan harus memiliki sistem, prosedur, dan tata kelola, sehingga, tujuan yang diinginkan dan yang akan dicapai perusahaan bisa terwujud.

“Visi enggak mungkin tercapai tanpa roadmap. Kita siapkan ada sistem, prosedur, tata kelola dan sebagainya, saya datang bikin satu ideologi baru yang kita sepakati bersama,” tuturnya.

Menurutnya, selain membuat fondasi tersebut, pemimpin perusahaan juga dituntut mampu menyelesaikan setiap masalah yang muncul. Jangan sampai malah membuat persoalan baru muncul.

“Pemimpin itu menyelesaikan masalah, bukan buat masalah. Peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan aspirasi pekerja, secara Chengli kita harus terima,” ujarnya.

Bahkan untuk mengatasi tersebut Sofyan langsung mengambil inisiatif dengan cara melakukan komunikasi  bersama karyawan. Tindakan turun langsung menghadapi persoalan dinilainya merupakan tanggung jawab dan wujud Chengli seorang pemimpin.

Kelompok usaha keluarga ini berkembang dan tumbuh dengan mantap. Meskipun tidak besar dan fenomenal tapi mempunyai fondasi yang kuat didalam setiap bisnisnya, dan Sofyan gencar mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk memberi lapangan pekerjaan kepada generasi penerusnya yang saat ini jumlahnya 13 orang dan sebagian juga sudah mulai terjun di dalam bisnis.

Disamping itu, juga untuk memberi kesempatan kepada karyawannya supaya bisa berkembang. Meski cukup banyak ide-ide Sofyan yang telah dilakukan dan terkesan aneh tetapi kenyataanya mampu memupuk kepercayaan pasar dalam negeri.

Selain  melakukan diversifikasi produk, misalnya. Sofyan mulai mengembangkan produk berdasarkan brand atau merek terutama untuk minuman kesehatan dalam bentuk serbuk maupun cair. Tidak tanggung-tanggung yang terkesan aneh, perusahaan ini menggunakan publik figur terkemuka dari kalangan atas sebagai bintang iklan untuk mempromosikan produk jamunya.

Jamu HerbalJaringan pemasaran hingga ke tingkat yang paling bawah terus diperluas, sebagai ujung tombak pemasaran seperti distributor, agen hingga depot jamu, rajin dikunjungi Sofyan dan sering dikumpulkan untuk saling memberi masukan .

Setiap kunjungan selain menyentuh sifatnya juga membuat ikatan di antara perusahaan dengan jaringan pemasaran menjadi lebih kuat.

Hasilnya semua tingkatan konsumen pasar bisa dikuasai, hanya dalam tempo beberapa bulan semua produk baru SidoMuncul setiap diluncurkan bisa terjual mencapai jutaan bungkus. Terlebih lagi setelah mendapatkan lisensi sertifikat COPB, Sofyan Hidayat menjadi berani lantang menyebutkan, kami siap menghadapi persaingan global.

Dengan CPOB yang diraihnya jamu produk SidoMuncul terangkat menjadi setara dengan obat. Bahkan paling tidak jamu menjadi obat alternatif yang terbukti dapat diuji secara klinis keabsahan dan keilmiahannya sebagai obat.

Dengan CPOB terbuka pula pasar yang seluas-luasnya bagi setiap jamu produksi SidoMuncul yang kini memiliki 170 item. Aktivitas industri jamu nasional semakin berupaya keras untuk lebih kreatif lagi, karena ke depan di era pasar bebas dibuka bakal menghadapi persaingan ketat dengan obat alternatif produk impor China.

Dalam pertumbuhannya SidoMuncul melaju pesat, bahkan telah berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia (go public) pada 2013. Tidak hanya itu, selama 2016 menunjukkan peningkatan signifikan dan berhasil membukukan pertumbuhan penjualan 15,5%  dari tahun sebelumnya.

Selama tahun lalu Persero mencatat penjualan sebesar Rp2,56 triliun, tumbuh 15,5%  dari tahun sebelumnya yang hanya mencatat penjualan senilai Rp2,2 triliun.

Tahun lalu merupakan titik terang bagi Sido Muncul dalam peningkatan kinerja, setelah dua tahun terakhir belum mampu mencapai pertumbuhan sesuai yang diharapkan, akibat pengaruh ekonomi global yang belum mendukung.

Penjualan sepanjang 2016 perusahaan juga berhasil membukukan laba bersih yang diraih mencapai sebesar Rp480,5 miliar.

SidoMuncul yang berbasis di Bergas, Klepu, Kabupaten Semarang itu saat ini dikelola generasi ketiga yang dipimpin oleh Direktur Utama J Sofyan Hidayat. Perusahaan yang bergerak dibidang obat herbal itu kini mampu menformulasikan dari bahan alami.

 

 

521
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>