Sebarkan berita ini:
Riyani S

SEMARANG[SemarangPedia] – Manajemen Event Organizer (EO) PJS Entertainment mengalami kerugian Rp500 juta lebih akibat gagal menghadirkan penyanyi pop Afgan, yang semula direncanakan akan manggung,  di Krakatau Ballroom,  Hotel Horison Semarang, Sabtu malam. (15/4)

PJS Entertainment sebagai Event Organizer (EO) yang akan penyelenggarakan konser tunggal Afgan, dan telah menjadwalkan konser bakal berlangsung pada Sabtu malam 15 April 2017 pukul 19.00 WIB.

Jauh hari sebelumnya promosi konser itu gencar dilakukan baik di media cetak, media online, elekronik dan media sosial, bahkan sejumlah spanduk dan baliho  juga telah terpasang di tempat strategis di Kota Semarang.

Namun, saat hari H Sabtu siang (15/4)  PJS Entertainment memutuskan dan mengumumkan konser Afgan dibatalkan dan  ke depan akan menjadwal ulang agar Afgan bisa tampil menyapa mengemarnya di Semarang.

Riyani S Owner PJS Entertainment mengatakan pembatalan konser Afgan terpaksa dilakukan untuk menekan kerugian yang lebih besar, mengingat penjualan tiket yang  ditargetkan mencapai 1000 lebih, hingga pada saat H-1 sehari sebelum konser tiket hanya terjual 120 tiket jauh dibawah target.

“Dengan pembatalan konser itu, kami mengalami kerugian Rp500 juta lebih, selain untuk pergantian kerugian puluhan penggemar Afgan yang sudah terlanjur membeli tiket, juga pergantian transportasi dan akomdasi pembeli tiket yang datang dari luar kota dan luar negeri,” ujar Yani panggilan akrab Riyani S.

Tidak hanya itu, lanjutnya, biaya sewa gedung, peralatan, biaya promosi, menutup pembayaran kerugian tim manajemen Afgan dan lainnya juga cukup besar, meski sponsor juga tidak banyak yang terlibat.

Menurutnya,  PJS Entertainment sudah seringkali menggelar konser dan hiburan lainnya, bahkan semua berjalan lancar dan sukses. Namun, kali ini rencana konser tunggal Afgan gagal, akibat salah perhitungan.

“Promosi kami sudah matang, kemungkinan berdekatan dengan rencana konser Afgan yang akan digelar di Solo dalam rangka ulang tahun satu salah satu bank BUMN cukup berpengaruh, selain tiket yang kami jual dinilai penggemar Afgan cukup mahal,” tutur Yani.

Dia menuturkan ini merupakan pengalamam pahit bagi PJS Entertainment selama melakukan aktivitas di bidang event organizer dan ke depan akan dievaluasi hingga kejadian itu tidak terulang lagi yang mengakibatkan kerugian tidak sedikit.

Penyanyi pop Afgansyah Reza nama lengkap Afgan yang antusias ingin manggung di Kota Semarang juga merasa kecewa, karena sudah cukup lama Afgan tidak tampil di Ibukota Jateng ini.

“Manajemen Afgan dan Afgan sendiri ya sedikit kecewa dengan pembatalan ini, namun, semua itu tergantung penyelenggara, tim Afgan hanya mengikuti jadwal mereka, meski semua kerugiannya juga akan ditutup PJS Enterainment,” ujar Manager Afgan Antonius Alexander.

Menurutnya, penyelenggara konser Afgan ini berniat baik tidak ada rencana pembatalan sebelumnya. Namun, mendekati hari H timbul persoalan hingga rencana konser ini terpaksa harus dibatalkan.

Konser tunggal yang berthema ‘Afgan Live In Semarang 2017’ rencananya digelar untuk mengobati rasa rindu bagi para penggemar Afgan di Kota Semarang. Dalam konser, Afgan akan membawakan tembang terbaru Afgan dalam album studio keempat yang dirilis pada 2016 terdiri  “Knock Me Out”, “Percayalah” dan “Kunci Hati akan dibawakan untuk menumbuhkan romatisme.

Dalam konser itu, semula rencana ada 28 personel manajemen Afgan dan termasuk pula band yang akan mengiringi perfrom Afgan tampil di atas panggung, Afgan dijadwalan  menembangkan sebanyak 14 lagu hits.

Yani tidak menyebut secara rinci berbagai persolan yang dihadapi, namun dia bertanggungjawab atas kejadian itu dan siap mengganti kerugian para penggemar Afgan yang sudah terlanjur datang  dan membeli tiket, meski harus mengalami kerugian Rp500 juta lebih.

“Kami tetap akan betanggungjawab atas kesalahan ini, mohon maaf  kepada para penggemar Afgan, para sponsor dan tim manejemen Afgan. Ke depan pasti kami akan menjadwal ulang agar Afgan bisa tampil menyapa mengemarnya di Semarang,” tutur Yani.

1.069
Sebarkan berita ini:

2 Comments

  1. Riyani sinta dewi/riani sinta dewi memang penipu ulung plus RESIDIVIS pasal 378 th2009-,2010an..jgnkan org lain. Orang tua n adik2 nya pun plus keluarga besarnya pun ditipunya hingga milayaran rupiah. Kasus trakhir akhir 2014 setelah ibu meninggal. Dan buron smp skrg. Semoga cepat ketemu. Karna saya selaku keluarga yg ditipu dia mau ketemu dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>