Sebarkan berita ini:
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengisyaratkan bakal menaikkan tarif listrik dari 12 golongan nonsubsidi pada 1 Januari 2017, meski November lalu perseroan sudah menaikkan tarif listrik sebesar Rp2 per kWh untuk golongan itu.

Kepala Unit Komunikasi dan Pengelolaan Pengetahuan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K ) Rudi Gobel mengatakan kenaikan tarif listrik tersebut tetap memperhatikan serta mempertimbangkan pada tiga faktor, selain Indonesia Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia, juga inflasi serta fluktuasi nilai tukar rupiah.

Kenaikkan ttarif listrik, lanjutnya, dipastikan bakal diberlakukan 1 Januari tahun depan, setelah sebelumnya TNP2K rampung menghitung ulang jumlah penerima listrik bersubsidi saat ini.

Pelanggan, lanjutnya, yang berhak menerima subsidi listrik kini sebanyak 25.7 juta jiwa pelanggan rumah rumah tangga dan tercatat 40% di antaranya masyarakat dengan golongan ekonomi terendah.

Data yang diolah TNP2K kini terdapat sebanyak 4,1 juta jiwa pelanggan rumah tangga dengan menggunakan pemakaian listrik berdaya 900 VA.

“Bagi masyarakat miskin yang tidak dapat subsidi listrik mereka bisa mengadu kepada PLN,” ujarnya pada soialisasi percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan,  di Semarang, Selasa (13/12).

Menurutnya, kenaikan tarif listrik  dan subsisidi listrik ke depan harus tepat sasaran, Bahkan masyarakat kelas menengah saat ini diharapkan sukarela membayar listrik sesuai harga non subsidi.

“Pendapatan pembayaran listrik dari masyarakat pelanggan itu diharapkan dapat untuk mendorong mempercepat pembangunan infrastruktur listrik, sekaligus untuk mewujudkan rasa berkeadilan dalam bermasyarakat dan bernegara,” tuturnya.

Tarif listrik non subsidi bakal dibebankan bagi 18 juta jiwa pelanggan rumah tangga kelas menengah keatas. Masyarakat yang termasuk kategori ini adalah mereka yang memakai mesin pendingin ruangan walaupun tegangan listrik di rumahnya berkapasitas 900 VA.

Bahkan masyarakat pelanggan, dia menambahkan yang penghasilan sebesar Rp 3 juta per bulan juga bakal tidak dapat subsidi listriik lagi.

Diamenuturkjan sialisasi pembaharuan subsidi listrik itu akan gencar dilakukan kepada semua warga di kota-kota besar, termasuk Semarang, menyusul semua data dan mekanismenya telah disiapkan.

Menurutnya, masyarakat pelanggan kelas menengah harus membayar biaya tambahan sebesar Rp 100.000-Rp 170.000 dari sebelumnya mereka hanya membayar Rp 70.000, mengingat mereka sudah tidak menerima subsidi lagi.

Seperti diketahui pada November lalu PLN telah menaikkan tarif  listrik rata-rata sebesar Rp2 per kWh dengan tarif listrik pada Tegangan Rendah (TR) menjadi Rp1.462/kWh, tarif listrik Tegangan Menengah (TM) menjadi Rp1.113/kWh dan tarif listrik Tegangan Tinggi (TT) menjadi Rp996/kWh, serta tarif listrik di layanan khusus menjadi Rp1.633/kWh. (HN/RS)

Berikut 12 Golongan nonsubsidi yang akan dikenakan kenaikan tarif listrik:

1. S-1 daya 220VA
2. S-2 daya 450VA
3. S-2 daya 900VA
4. S-2 daya 1300 VA
5. S-2 daya 2200 VA
6. S-2daya 3500 VA sampai 200 kVA
7. S-3 daya 200 kVA ke atas
8. R-1 daya 450 VA
9. R-1 daya 900 VA
10. B-1daya 450 VA
11. B-1daya 900 VA
12. B- 1daya 1300 VA

462
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>