Sebarkan berita ini:

15-pltaSEMARANG[SemarangPedia] – Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) diharapkan mampu menjadi energi alternatif sebagai pengganti listrik di pedesaan terpencil yang belum tersentuh aliran listrik PLNB.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Muhammad Rodhi mengatakan sejumlah kabupaten memiliki potensi sumber energi terbarukan dari alam, yang bisa dikembangkan untuk kebutuhan di wilayahnya.

Di wilayah Banyumas misalnya, di kawasan Curug Cipendog, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok telah dapat membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro, meski masih menghasilkan daya listrik yang minim.

“Di Curug Cipendog itu, swasdaya masyarakat dapat  membuat  pembangkit listrik tenaga mikro hidro dengan energi listrik masih kecil berkapasitas 18 Kilo Volt Ampere (KvA) hingga mampu memasok kebuthan listrik sebanyak 66 rumah,” ujarnya, di Semarang.

Terdapat dua unit energi terbarukan, lanjutnya, di desa tersebut dengan kapasitas masing-masing 18 Kva dan 15 KvA. Melalui pembangkit listrik tenaga mikro hidro itu masyarakat merasa terbantu.

“Hanya kapasitas daya 15 KvA dan kini mengalami kerusakan turbin hingga masyarakat setempat tengah membuat proposal perbaikan untuk memperoleh bantuan, sehingga tahun depan diharapkan bisa diperbaiki,” tuturnya.

Selain itu, dia menambahkan kerusakan lahan di daerah tangkapan air (DTA) juga memicu kinerja pembangkit listrik tenaga mikro hidro tidak optimal. Di mana, program penanaman pohon di daerah tangkapan air yang pernah dicanangkan beberapa tahun lalu belum direalisasikan secara maksimal.

“Program penanaman pohon sering hanya jadi jargon. Pada 1986, disalah satu kabupaten sudah mencanangkan menanam 1000 pohon, tapi hanya beberapa yang ditanam, yang lain numpuk. Kondisi ini,  berakibat terhadap kinerja turbin pembangkit listrik tenaga mikro hidro,” paparnya.

Seperti diketahui, Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air, sebagai tenaga penggeraknya dengan memanfaatkan saluran irigasi, sungai, air terjun dan sejenisnya. (RS)

 

354
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>