Sebarkan berita ini:

22-pm-belanda-bangerSEMARANG[SemarangPedia] – Perdana Menteri Belanda Mark Rutte yang melakukan kunjungan ke Kota Semarang, ingin melihat polder Banger dan sejumlah tempat termasuk kawasan Kota Lama, Selasa. (22/11)

Mark Rutte mengatakan kunjungannya ke Kota Semarang juga untuk merealisasikan sejumlah kerja sama dengan pemerintah setempat di berbagai bidang.

Menurutnya, pihaknya telah membuat beberapa kesepakatan di antaranya pengembangan wisata bersejarah di kawasan Kota Lama Semarang serta pembangunan polder Banger.

“Kami datang ke Semarang untuk menjalin kerja sama melalui beberapa kesepakatan, sebagai upaya  untuk mempercepat proyek pembangunan Polder Banger yang akan berfungsi untuk pencegahan banjir rob, terutama di kawasan pesisir pantai utara.

Selain itu, dia menambahkan kerja sama di sektor wisata, budaya, dan pengembangan infrastruktur juga akan direalisasikan untuk lokasi gedung bersejarah Kota Lama, Semarang.

Dalam kunjungannya ke Semarang delegasi Belanda yang dipimpin Rutte mengungjungi lokasi proyek polder Banger. Selain itu, mereka mengunjungi Gereja Blenduk di Kota Lama untuk melihat langsung bagaimana keunikan desain interior di gereja berusia ratusan tahun peninggalan kolonial Belanda.

Jpeg

Kawasan Kota Lama yang dipadati ratusan bangunan tua yang jadi ikon kota merupakan peninggalan masa kolonial Hindia Belanda sekitar tahun 1800-an.

Kawasan tersebut pada 2020 digadang-gadang akan dijadikan warisan sejarah dunia oleh organisasi pelestari sejarah dunia yang bernaung di bawah PBB, UNESCO.

Mark Rutte dan Hans Oolster (Dutch Water Outority) saat mengunjungi polder Banger menandai dibukanya pompa air Kali Banger dengan menekan tombol sirine yang disediakan, hingga air dengan kapasitas ribuan meter kubik/detik di Rumah Pompa Kali B itu mengalir deras.

“Sistem Banger menjadi solusi utama penanganan banjir yang pernah saya lakukan survei di tempat ini enam tahun lalu,”  ujar Hans Oolster selaku pemegang otoritas pengairan di Belanda.

Menurutnya, pengeloaan polder Banger harus dengan manajemen yang baik hingga ke depan dengan melibatkan masyarakat setempat, sebagai upaya untuk menanggulangi bencana banjir secara cepat. (RS)

137
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>