Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Sepanjang 2017 nilai investasi di Jateng mencapai sebesar Rp 51,54 triliun yang didomimasi Penanaman Modal Asing (PMA) senilai  Rp31,67 triliun  dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 19,86 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Prasetyo Aribowo mengatakan nilai investasi 2017 sebesar itu, mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, seiring meningkatnya minat investor meanamkan modalnya di provinsi ini.

“Dari fasilitas  PMA sebesar itu, untuk pendirian industri diberbaga sektor di antaranya Listrik, Gas, dan Air sebesar senilai US$ 1.079.114, Industri lainnya US$ 377.427, Industri Kayu US$ 269.077, Industri Kulit, Barang dari kulit dan sepatu US$ 189.543 serta Industri Tekstil US$ 145.041,” ujarnya.

Industri PMA itu, lanjutnya, mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 129.240 orang, mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 175.212 orang. Penurunan itu akibat pesatnya tekno9ligi digitel yang sebagian besar menghantikan tenaga manusia.

Menurutnya, para pengusaha PMA/PMDN kinin telah dapat mealkukan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) langsung kepada BKPM-RI melalui sistem aplikasi online, sehingga semuanya juga tercatat  resmi secara nasional.

Selama 2017, lanjutnya, total proyek investasi PMA di Jateng sebanyak 955 unit terdiri dari penyerapan tenaga kerja asing 716 orang dan tenaga kerja Indonesia 83.204 orang.

Dari tinkat daerah. Tercatat  Kabupaten Jepara selama empat triwulan berturut-turut menempati urutan pertama berhasil merealisasi investasi PMA dengan nilai investasi US$ 1.042.725.70 untuk 160 proyek.

Sementara negara asing yang paling mendominasi penanam modal di Jateng tercatat Jepang dengan sebanyak 77 proyek dan nilai investasi sebesar US$ 1.123.898.80.

Nilai investasi unutuk PMDN, dia menambahkan tercatat tertinggi pada sektor transportasi, gudang, telekomunikasi, tekstil, industri makanan dan jasa lainnya.

“Untuk proyeksi 2018, kami masih mengandalkan sektor energi dari beberapa proyek yang masih belum tuntas, di antaranya PLTU Batang, Cilacap dan Jepara, selain industri tekstil dan alas kaki,” tuturrnya.

Tahun ini, lanjutnya, investasi diproyesikan akan mencapai  sekitar Rp 44 triliun, lebih besar dibanding tahun lalu. (RS)

16
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>