Sebarkan berita ini:

25-aborsiSEMARANG[SemarangPedia] – Direktort Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah berhasil membongkar praktik aborsi yang dilakukan seorang dukun di Wilayah Cilacap dan pelaku kini diamankan aparat Kepolisian.

Tiga orang berhasil diamankan dalam pengungkapan praktek aborsi, dua di antaranya merupakan pasangan pelaku aborsi.

Kedua pasangan pelaku aborsi yang berhasil diamankan berinisial MH (44) dan SR (44) warga Desa Rejamulya, Kedungraja, Kabupaten Cilacap. Selain keduanya, polisi juga mengamankan seorang dukun aborsi berinisial NR (70) Warga Ciamis, Jawa Barat.

Pengungkapan praktek aborsi terbongkar, bermula MH hamil setelah menjalin hubungan gelap dengan SR tidak lain masih tetanggannya sendiri. Peristiwa tidak terpuji yang dilakukan kedua pasangan berstatus kakek dan nenek ini sudah diketahui oleh warga desa, dan  sempat dimusyawarahkan untuk diselesaikan. Namun,  belakangan,  perbuatan mereka akhirnya dicurigai para tetangga setelah hilangnya janin di perut MH.

Diketahui keduanya justru meminta bantuan NR untuk menggugurkan kandungan MH, Warga yang curiga dengan hilangnya janin di perut MH kemudian melaporkan ke aparat kepolisian.

Menurut Kombes Pol Gagas Nugroho, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, tindakan aborsi yang dilakukan pasangan kakek dan nenek tersebut, dilakukan secara tradisional di rumah NR di perbatasan Kabupaten Cilacap-Ciamis

Saat proses aborsi tradisional itu terjadi pendarahan hingga janin MH meninggal dunia lalu dikuburkan di lahan kosong di belakang rumah NR.

“Untuk menggugurkan kandungan diketahui NR memakai cara tradisional, yakni menggunakan batang sirih. Untuk sekali melakukan pijat aborsi NR mendapatkan upah Rp300.000 hingga Rp900.000,” ujarnya saat gelar perkara di Mapolda Jateng Jumat siang. (25/11)

Sebagai tindak lanjut untuk penyelidikan, Polda Jateng bekerja sama dengan Polda Jabar, kemungkinan masih ada korban lain. Tersangka MH serta SR kini di tahan di Polda Jateng dan sementara NR ditahan di  Polda Jabar.

Atas perbuatannya dijerat tindak pidana aborsi sesuai pasal 194 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, atau pasal 346 kuhp atau 348 ayat 1 kuhp dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (HN/RS)

144
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>