Sebarkan berita ini:

21-sindikat-anakSEMARANG[SemarangPedia] – Polda Jateng berhasil membongkar sindikat perdagangan anak di bawah umur untuk dijadikan pekerja seks komersial yang akan diperdagangkan di Surabaya, Jawa Timur.

Para pelaku masing-masing bernama Hesti Winarsi (29), Sulistiono (26) dan Budi Santoso (48) ketiganya warga asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah serta seorang tersangka lagi bernama Ngasimin (56) warga asal Surabaya, Jawa Timur.

Kejadian ini bermulai adanya perkenalan dengan keempat korban, masing-masing EN 14 tahun, MG umur 16 tahun, SS umur 16 tahun serta MR umur 20 tahun dengan salah satu pelaku Hesty di daerah Kendal.

Para korban sempat diajak ke sebuah tempat hiburan di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga akhirnya, pada 19 Agustus lalu, korban dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di salah satu lokalisasi daerah Surabaya, Jawa Timur.

Hesty, salah satu pelaku yang bertugas sebagai perekrut mengaku sudah merekrut empat wanita di bawah umur itu dengan upah yang diterimanya mencapai Rp500.00 per orang.

“Awalnya korban mencari kerja, terus saya tawari pekerjaan di Surabaya. Sebelum diantar ke Bandungan korban saya ajak beli pakaian terlebih dahulu di daerah Boja. Untuk satu orang saya mendapatkan Rp500.000,” ujarnya

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha mengatakan modus yang dilakukan para pelaku yakni menjanjikan calon korban sebuah pekerjaaan dengan insentif yang besar.

“Korban semula dijadikan sebagai pemandu lagu dengan janji yang gaji cukup besar hingga mencapai Rp9 juta. Namun, ternyata hanya dijadikan PSK (Pekerja Seks Komersial),” ujarnya di Mapolda Jateng, Semarang,  Rabu siang. ( 21/9)

Sindikat perdagangan anak dibawah umur berhasil diungkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng berawal adanya laporan dari orang tua salah salah satu korban berinisial EN 14 tahun warga kendal. Pada awal September 2016. Dari hasil laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap sindikat perdagangan anak dibawah umur.

“Ada salah satu orang tua yang melaporkan ke Spkt Polda Jateng, dari laporan tersebut kita selidiki dan berhasil menangkap para pelaku,” ungkap Gagas Nugraha.

Menurutnya, untuk mengantisipasi  adanya sindikat perdagangan anak di bawah umur, Pihak Kepolisian akan terus melakukan rasia maupun penyelidikan di daerah yang rawan tindak pidana perdagangan orang.

Atas perbuatannya, keempat Pelaku bakal di jerat dengan pasal 17 undang-undang RI tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman lima belas tahun penjara serta denda maksimal Rp600 juta. (HN/RS)

243
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>